Dari Hobi Menggambar, Batik Gunung Kendil Tembus Pasar Internasional Berkat Pendampingan Rumah BUMN

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Proses produksi batik Gunung Kendil di Desa Kasreman, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. SP/ SIG
Proses produksi batik Gunung Kendil di Desa Kasreman, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. SP/ SIG

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Perjalanan usaha Hawien Wilopo membuktikan bahwa ketekunan dan dukungan yang tepat mampu mengantarkan pelaku UMKM naik kelas hingga ke pasar global. Berawal dari kegemaran menggambar sejak kecil, ia kini sukses mengembangkan Batik Tulis Lasem dengan merek Gunung Kendil di Rembang, Jawa Tengah.

Meski tidak memiliki latar belakang sebagai pembatik, Hawien mulai terjun ke dunia batik pada 2010 saat membantu temannya membuat desain. Ketertarikannya semakin kuat setelah melihat produk batik tersebut diminati pasar. Dua tahun berselang, ia memutuskan belajar membatik secara serius dan mendirikan usaha sendiri.

Perjalanan usahanya sempat mengalami tekanan saat pandemi Covid-19, ketika penjualan menurun drastis. Titik balik datang setelah ia bergabung dengan Rumah BUMN Rembang pada 2021, yang dikelola oleh PT Semen Gresik, bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

Melalui program pembinaan tersebut, Hawien mendapatkan pelatihan manajemen usaha, pendampingan pemasaran digital, hingga kesempatan mengikuti berbagai pameran. Dampaknya signifikan, produk Batik Gunung Kendil kini mampu terjual hingga sekitar 150 potong per bulan dengan omzet mencapai puluhan juta rupiah.

Tak hanya pasar domestik, karya batiknya juga berhasil menembus pasar internasional. Beberapa negara seperti Jerman, Belgia, Italia, Korea, dan Jepang menjadi tujuan pemasaran produknya. Selain itu, ia juga pernah mengikuti berbagai pameran bergengsi, di antaranya Festival Tong Tong di Belanda, ajang G20 di Bali, hingga Inacraft di Jakarta.

Keberhasilan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan usaha, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan. Saat ini Hawien mempekerjakan tujuh karyawan tetap dan turut memberdayakan masyarakat sekitar ketika permintaan meningkat. Produk yang dihasilkan pun memiliki nilai jual beragam, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung tingkat kerumitan motif dan jenis produk.

Hawien mengakui, kehadiran Rumah BUMN menjadi faktor penting dalam kebangkitan usahanya pascapandemi. Ia merasakan manfaat nyata dari pendampingan yang berkelanjutan, terutama dalam memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar.

Sementara itu, Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Batik Gunung Kendil tidak hanya mengangkat potensi budaya lokal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

SIG sendiri merupakan BUMN yang bergerak di sektor solusi bahan bangunan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari satu abad, SIG terus memperkuat perannya di pasar regional melalui berbagai anak usaha, termasuk Semen Gresik.

Melalui program Rumah BUMN, SIG berkomitmen mendorong pelaku UMKM agar semakin profesional, adaptif terhadap teknologi, dan mampu bersaing di pasar global. Kisah Hawien Wilopo menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi antara BUMN dan UMKM mampu menciptakan dampak ekonomi sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia. did

Tag :

Berita Terbaru

AJI dan PFI Surabaya Desak Pembebasan Jurnalis yang Ditahan Israel

AJI dan PFI Surabaya Desak Pembebasan Jurnalis yang Ditahan Israel

Kamis, 21 Mei 2026 20:08 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 20:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Penahanan sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk empat jurnalis, oleh militer Israel memicu perhatian luas. Mereka merupakan b…

Perkuat Mobilitas, Bluebird Kembangkan Layanan Multimoda dan Tambah Armada Listrik

Perkuat Mobilitas, Bluebird Kembangkan Layanan Multimoda dan Tambah Armada Listrik

Kamis, 21 Mei 2026 20:04 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 20:04 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Perusahaan transportasi Bluebird Group terus mengembangkan layanan mobilitas di Surabaya seiring tingginya aktivitas masyarakat di k…

Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pendidikan, Pondok Pesantren Sunan Drajat  Luncurkan 12 Modul Pembelajaran

Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pendidikan, Pondok Pesantren Sunan Drajat Luncurkan 12 Modul Pembelajaran

Kamis, 21 Mei 2026 18:09 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Langkah besar Pondok Pesantren Sunan Drajat dalam wujudkan Pesantren percontohan, dan meningkatkan kualitas pendidikan terus…

Program CKG, Dinkes Sidoarjo Optimis Target 46 Persen Tercapai

Program CKG, Dinkes Sidoarjo Optimis Target 46 Persen Tercapai

Kamis, 21 Mei 2026 17:38 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 17:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat  untuk memanfaatkan semaksimal mungkin layanan Cek …

PT PAL Indonesia Percepat Produksi LPD, Menko AHY : Bukti Transformasi Industri Maritim

PT PAL Indonesia Percepat Produksi LPD, Menko AHY : Bukti Transformasi Industri Maritim

Kamis, 21 Mei 2026 16:12 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 16:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — PT PAL Indonesia berhasil mempercepat produksi Landing Platform Dock (LPD). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan K…

Jejak Kontroversial Jayadi: Dari Dukun Sunat, Politisi, hingga Jadi Tersangka Pencabulan Santri di Ponorogo

Jejak Kontroversial Jayadi: Dari Dukun Sunat, Politisi, hingga Jadi Tersangka Pencabulan Santri di Ponorogo

Kamis, 21 Mei 2026 15:08 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 15:08 WIB

  SURABAYA PAGI, Ponorogo-Kasus dugaan kekerasan asusila yang menjerat Jayadi (55), pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur'an Raden Wijaya di …