SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Munculnya Poros Emas yang diinisiasi oleh Partai Gerindra-PKS-PAN, oleh akademisi dipandang bakal menghadapi beberapa tantangan berat. Lantas bagaimana kesiapan dari partai-partai tersebut untuk menghadapi tantangan yang ada?
Antropolog politik asal Unair Linggar Rama Dian Putra menilai saat ini swing voters akan menjadi tantangan besar bagi kemunculan Poros Emas. Pasalnya, di Jawa Timur, swing voters masih begitu mendominasi.
"Swing voters ini bukan hanya pemilih millenials loh. Tapi ada juga kalangan pengusaha dan pemilih pemula. Kenapa kalangan pengusaha masuk? Karena mereka akan cenderung memilih mana yang menguntungkan bagi iklim bisnis," kata Linggar, ditemui di Fisip Unair pada Rabu(8/11).
Akan tetapi, menurut Linggar, partai-partai yang menginisiasi Poros Emas tersebut saat ini sudah memiliki modal yang cukup untuk menghadapi tantangan tersebut. "Salah satu contohnya, Pak Prabowo ketika menjadi Ketua HKTI dinilai sangat berhasil. Lalu dari PKS, tokohnya ada yang pernah jadi Mentan dan ketika itu subsidi pupuk di Jatim sangat bagus. Dua hal itu, sudah menjadi portofolio yang bagus bagi Gerindra dan PKS. Mereka sudah membuktikan bahwa di kalangan Pengusaha Tani bahwa mereka bisa menjadi angin segar untuk iklim bisnis," jelasnya.
Sebelumnya, Gerindra-PKS-PAN telah sepakat untuk membangun poros tengah. Poros tersebut, menurut Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad dan Bendahara DPW PAN Jatim Agus Maimun diberi nama Poros Emas.ifw
Editor : Redaksi