SURABAYAPAGI.com, Perkembangan informasi dan teknologi yang pesat berpengaruh signifikan di berbagai bidang kehidupan, termasuk ranah agama. Contohnya, dulu seseorang khatam membaca Al Quran dengan menamatkan 30 juz dalam suatu majelis. Kini, kecanggihan teknologi membuat segalanya makin mudah dan praktis saja.
Seperti yang dilakukan unit kegiatan mahasiswa Ikatan Mahasiswa huffadz Universitas Trunojoyo Madura (UKM Ifhadz UTM) misalnya.
Visi dan misi UKM ini tak lain membumikan Al Quran di kampus UTM lewat berbagai program. Mulai dari Bimbingan Baca Quran (BBQ), Jam’iyah Khatmil Quran (JKQ), Rabana Sholawat Quran (RSQ), hingga menerima setoran hafalan dan murojaah hafalan oleh para muallim dan anggotanya.
Nah, saat liburan semester yang relatif lama ternyata tak menjadi penghalang bagi mahasiswa UKM Ihfadz melakukan syiar Quran. Khataman online, menjadi salah satu program yang digagas demi menjaga keistiqomahan mahasiswa dalam mengamalkan Al Quran.
Program One Week One Juz, satu minggu satu juz bagi setiap orang. “Sampai kapanpun tidak akan pernah dijumpai dalil yang mengatakan boleh atau tidak secara langsung mengenai khatamanonline. Hal ini hanya bagian dari dampak perkembangan zaman dan kecanggihan IT, sehingga dilakukan improvisasi untuk melakukan khataman model online,” tutur Ustadz Nur Khalis Majid, pembina UKM Ihfadz UTM.
Sejatinya, metode online yang dilakukan hanya menjadi perantara atau washilah semata karena subtansinya tetaplah khataman(menamatkan Al Quran.
Bagi mereka yang melakukan khataman online tetap mendapat pahala khataman, asal menuntaskan bacaan Al Quran 30 juz.
Namun, dalam khataman online ini pahala silaturrahmi tidak didapatkan, karena dilakukan secara terpisah, tidak ada tatap muka karena orangnya tidak saling bertemu.
“Boleh dalam hukum islam, tetapi tidak mendapatkan pahala silaturrahmi,” tegas Ustadz Nur Kholis Majid.
CR/beb (trbnws)
Editor : Redaksi