KPPU Tetap Produktif Saat Pandemic Covid-19

surabayapagi.com
Ilustrasi KPPU

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai rangkaian kegiatan memperingati HUT ke 20, KPPU bekerjasama dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyelenggarakan seminar berbasis online atau Webinar dengan tajuk “Peran KPPU di Tengah Pandemic Covid-19” yang diikuti oleh Komisioner KPPU Yudi Hidayat, Kepala Kanwil IV Dendy R. Sutrisno dan Dosen UTM Ridho Jusmadi.

Komisoner KPPU, Yudi Hidayat mengatakan, pihaknya tetap fokus di masa pandemic covid-19 ini untuk menjalankan tugas yaitu penegakan hukum dalam bidang persaingan usaha, memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah dan melakukan notifikasi merger. "Berdasarkan Undang-undang Nomor 20 tahun 2008 Tentang UMKM, KPPU diberi kewenangan untuk melakukan pengawasan kemitraan,” jelasnya.

Dalam masa pandemic, tidak dipungkiri KPPU menemukan kendala dalam menjelaskan tugasnya, tapi dengan semangat kerja dan etos kerja yang dimiliki sehingga dapat melewati hambatan-hambatan yang ada. Sebagai bentuk relaksasi dalam masa pandemic ini, KPPU membuka kanal komunikasi berupa surat elektronik untuk menerima laporan.

Kepala Kanwil IV Dendy R. Sutrisno menjelaskan, selama pandemic ini KPPU telah melaksanakan tugas dengan memberikan saran/pertimbangan terkait pembayaran kereta api lokal PT KAI menggunakan LinkAja, melakukan penyelidikan terkait harga Bahan Bakar Minyak, distribusi komoditas gula, dan pemaketan dalam pemeriksaan rapid test Covid-19.

“Kanwil IV sebagai perpanjangan tangan KPPU Pusat turut serta memberikan dukungan untuk menjalankan tugas dengan selalu melaporakan kondisi di wilayah kerja Kanwil IV baik berupa laporan harga komoditas penting secara rutin atau informasi lainnya yang mendukung penegakan hukum,” katanya.

Sementara itu Dosen UTM, Ridho Jusmadi menyoroti peran KPPU dalam Pengawasan Kemitraan. “Saya harap KPPU dapat mengedukasi terkait prinsip kemitraan yaitu saling memerlukan, mempercayai, memperkuat dan saling menguntungkan kepada seluruh pelaku usaha dan pemangku kepentingan," tuturnya.indra

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru