SURABAYAPAGI.COM, Batu - Pemkot Batu benar-benar ingin melindungi kawasan hutan di Kota Batu. Karena itu bersama Perum Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Malang menandatangani nota kesepahaman (MoU) di lantai 5, Balai Kota Among Tani, Selasa (11/8/2020).
Dalam MoU itu berisi tentang perlindungan sumber daya hutan di wilayah Kota Batu. Dengan demikian, agar bisa memberikan manfaat dan perlindungan hukum bagi masyarakat dan kerjasama yang baik.
Baca juga: Usai MBG Kembali Beroperasi, Harga Ayam Melonjak di Kota Malang Alami Kenaikan
“Mudah-mudahan awal kerjasama yang besar ini bisa mempayungi semua kegiatan masyarakat untuk bisa bekerjasama dengan Perum Perhutani secara legal dengan tetap melestarikan lingkungan serta saling menguntungkan semua pihak,” ungkap Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.
Ia menambahkan, dengan adanya MoU untuk mengatur Perjanjian Kerja Sama (PKS) lebih jelas dan satu pintu. Sehingga dikemudian hari tidak ada lagi permasalahan dalam hal ini.
Baca juga: Dipicu Musim Kemarau dan Suhu Dingin, Harga Sayuran di Pasar Tradisional Kota Malang Naik
Sementara itu Administator KPH Malang, Hengki Herwanto menambahkan, dengan MoU itu sebagai acuan bagi mereka yang menyalahi aturan. “Sehingga ke depan jangan sampai terjadi adanya PKS yang menyalahi,” ujarnya.
Memang hingga saat ini banyak warga Kota Batu melakukan PKS dengan KPH Malang. Mulai dari bidang pertanian, pengembangan wisata, dan sebagainya. “Kalau yang merusak lingkungan kami tidak mau,” tutup Hengki. Dsy2
Baca juga: Bikin Heboh! Kopdes Merah Putih Gedangan Malang Berdiri di Seberang Sungai
Editor : Redaksi