SURABAYAPAGI, Surabaya - Relawan Gus Eri Cahyadi (RGER) menggelar tasyakuran di posko pemenangan di Jl. Kutai Surabaya. Tasyakuran tersebut juga untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad sekaligus pembaiatan santri yang tergabung di RGER, pada Senin (12/10/20).
Tasyakuran tersebut juga dihadiri oleh kader PDIP sekaligus Anggota DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni. Menurutnya tasyakuran dan istighosah sebagai salah satu doa untuk mengiringi langkah Eri Cahyadi dan Armuji untuk maju pada Pilkada 09 Desember mendatang.
Baca juga: Tembus Rp23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja
"Dengan diadakan tahlil dan doa mengiringi langkah Eri Cahyadi dalam pencalonan sembari mensukseskan, sesuai dengan visi, untuk merangkul seluruh antar umat agar menciptakan Surabaya sebagai kota toleran. Hal ini membuktikan bahwa islam di Surabaya mampu merangkul umat beragama," ungkapnya kepada SurabayaPagi.
Menurut salah satu tokoh agama di Surabaya, Kyai Abdullah Qosim Adnan, pihaknya memberikan bentuk dukungan melalui doa restu agar Eri Cahyadi selaku kader NU dan Nasionalis mampu memimpin Kota Surabaya.
"Alhamdulilah malam hari ini kami selaku masyarakat Surabaya datang ke posko, dalam rangka memberikan dukungan sekaligus doa restu untuk mas Eri Cahyadi dan Armuji, untuk memimpin kota surabaya 2020-2024 ini adalah merupakan dukungan antara ulama se kota Surabaya. Beliau adalah kader NU dan saatnya santri nasionalis memimpin kota Surabaya," ucapnya.
Baca juga: Target Kinerja Belum Tercapai, Eri Cahyadi Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya Berdasarkan Hasil Evaluasi
Harapannya, iringan doa mampu tersebut mampu mewujudkan cita-cita Eri Cahyadi bersama Armuji untuk memimpin kota Surabaya, serta mampu meneruskan kinerja Tri Rismaharini dalam menata kota Surabaya.
"Saya pribadi dan para ulama mengharapkan dapat pemimpin yang ebih baik dari pendahulu-pendahulunya serta meneriskan apa yang menjadi rencana Bu Risma. Sudah saatnya santri nasionalis memimpin kota Surabaya," pungkasnya. byt
Baca juga: Diduga Pungli, Oknum Lurah di Surabaya ‘Diparkir’ Jadi Staf Perpustakaan
Editor : Mariana Setiawati