Pernyataan Kacabdin Sumenep di Media Online Dituding Ngawur, Gubernur Jatim Diminta Tegas

surabayapagi.com
Jakfar Faruk Abdillah, Mantan reporter senior dan pengacara Posbakum Jawa Timur. ( Ainur Rahman/ SP)

SURABAYA PAGI, Sumenep - Setelah viral di salah satu media online pernyataan, Kacabdin Pendidikan wilayah Sumenep, Syamsul Arifin terkait, " SPP gratis yang dicanangkan Gubernur Jawa Timur hanya sebagai janji politik saja".

Pernyataan Kacabdin Pendidikan Sumenep itu langsung mendapat respon dari banyak kalangan aktifis sosial dan LSM di Kab. Sumenep.

Pengacara Posbakum Jawa Timur dan mantan wartawan Senior yang saat ini tinggal di Surabaya, Jakfar Faruk Abdillah kepada Surabaya Pagi, mengatakan, bahwa ucapan Kacabdin Pendidikan Sumenep Syamsul Arifin itu ngawur dan bentuk pembangkangan, dan tak taat kepada pimpinan diatasnya.

Padahal, Kata dia, Gubenur Jatim Khofifah mengatakan, pengganti SPP untuk SMA dan SMK Negeri di Jawa Timur dapat dioptimalkan dari penggunaan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) dan dana APBD Provinsi Jawa Timur dalam bentuk BPOPP (Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan).

“Bu Gubenur sudah katakan gratis SPP, artinya implementasi ke bawah SPP ya harus gratis. Jika ada yang membangkang lapor saja ke Gubenur atau ke penyidik Kejari. Karena tergolong diduga pungutan liar yang di sokong oleh Kadispendidikan” ujar faruk Abdillah

. Selain itu juga, Faruk menyayangkan jika SPP gratis yang dicanangkan Gubenur dituding adalah sebagai janji politik yang bisa jadi omong kosong. Makanya pak Kacabdin harus mempertanggungjawabkan pernyataan itu di hadapan publik, baik lewat media sosial koran Cetak, Radio, dan Media online.

" Jika pernyataan itu benar, maka kita minta Pak Kacabdin untuk mempertanggungjawabkan kebenaran pernyataannya di hadapan media cetak dan elektronik" ujarnya.

Selain itu, Pengacara Posbakum itu menilai bahwa ucapan Syamsul Arifin bisa merusak citra Gubenur Khofifah Indar Parawansa yang berjuang untuk meringankan beban biaya siswa dan orang tuanya.

“ Kacabdin Syamsul Arifin tidak sadar, jika ucapannya menabok muka ibu gubenur. Seperti tidak ada kata-kata lain yang bisa memperjelas dalam hal ini. Saya pikir ucapan Syamsul Arifin, pantas di imbali dengan pencopotan jabatannya. Ganti orang lain yang bisa menjelaskan dengan baik kebijakan gubenur Khofifah itu . Ini benar-benar blunder dalam dunia pendidikan kita “ pungkasnya.

Sementara Kacabdin Pendidikan SMA/SMK Wilayah Sumenep, Syamsul Arifien belum merespon pertanyaan reporter surabaya pagi melalui WhatsApp pribadinya.(AR)

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB
Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB
Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB
Kamis, 26 Feb 2026 20:57 WIB
Berita Terbaru