SURABAYAPAGI, Surabaya - Seiring bertambahnya usia, seseorang mungkin kehilangan sejumlah teman akibat kesibukan. Menjalin pertemanan baru pun enggan dilakukan. Sebenarnya, menurut sebuah penelitian, hal itu bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan.
Studi rilisan 2016 yang diterbitkan dalam British Journal of Psychology menemukan bahwa jumlah teman yang lebih sedikit memiliki beberapa manfaat. Salah satunya adalah kesempatan untuk membentuk ikatan yang lebih dalam di antara teman.
Baca juga: Dinkes Lamongan Temukan 96 Kasus DBD Sepanjang 2026, Tak Ada Korban Jiwa
Semakin sedikit teman yang dimiliki, juga ada semakin banyak waktu untuk refleksi diri, peningkatan diri, dan pertumbuhan diri. Itu semua disinyalir dapat meningkatkan kepuasan hidup.
Baca juga: Komitmen Prioritaskan Keamanan Siswa, Pemkab Probolinggo Minta SPPG Perbaiki Distribusi MBG
Psikoterapis Chandni Tugnait mengatakan, memiliki jaringan pertemanan yang solid memang merupakan bagian integral dari kesejahteraan pribadi. Studi secara konsisten menemukan bahwa hubungan positif dengan individu lain dapat secara signifikan meningkatkan kesehatan emosional dan fisik.
Teman memberi rasa persahabatan dan dukungan emosional, serta membantu memecahkan masalah. Seseorang bisa tetap termotivasi, punya orang lain untuk mengingatkan, juga memungkinkan seseorang untuk mengembangkan rasa memiliki dan meningkatkan harga diri.
Baca juga: Tekan Peningkatan Kasus Campak, Dinkes Tulungagung Gelar Program Imunisasi ‘Kejar’
Tugnait yang merupakan seorang life coach menyoroti keuntungan dari memiliki lebih sedikit teman. Itu memungkinkan individu untuk menghabiskan waktu berkualitas membentuk hubungan yang bermakna. hlt/jlt
Editor : Mariana Setiawati