Puncak Haji di Armina, Katering dan Kesehatan Jamaah Indonesia, Aman

surabayapagi.com
Haji 2023 kali ini menjadi haji yang sangat berharga bagi para jamaah lansia. Terlihat Rabu (14/06/2023) kemarin, petugas haji 2023 benar-benar melayani jemaah haji lansia di tanah suci seperti orang tua sendiri. Rela menggendong jemaah haji Lansia. SP/Me

SURABAYAPAGI.com, Makkah - Puncak Haji 2023 di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) kurang dua pekan lagi. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menyiapkan secara khusus agar  calon jamaah haji Indonesia bisa beribadah di Armina. Khususnya untuk soal katering makanan dan kesehatan bagi calon jamaah haji Indonesia, aman.

Ketua PPIH Arab Saudi 1444 H/2023 M Subhan Cholid mengatakan, skema ini dibuat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Ia pun membentuk tim khusus untuk berjaga di tiga titik tersebut.

"Kami telah membentuk sebuah struktur yang kita sebut Satop (Satuan Operasional) Armina. Kita akan bentuk tiga satgas (Satuan Tugas), yaitu Satgas Arafah untuk Daker Bandara, Satgas Muzdalifah untuk Daker Makkah, dan Satgas Mina untuk Daker Madinah," kata Subhan Cholid dalam keterangan persnya, dikutip Kamis (15/06/2023).

Setiap satgas akan dibentuk 11 tim adhoc. Masing-masing beranggotakan petugas pelindungan jemaah (linjam), Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah (PKP3JH), petugas kesehatan, petugas layanan lansia, serta tim bimbingan ibadah.

Mereka bertugas memberikan layanan kepada seluruh jemaah Arafah, Muzdalifah, dan Mina. "Insya Allah kebutuhan layanan kepada jemaah akan kita berikan melalui titik-titik adhoc," ujar Subhan.

Selain itu, Subhan juga akan meletakkan beberapa petugas yang akan berjaga di 70 maktab. Mereka bertugas memberikan layanan akomodasi dan pengawasan katering.

"Jemaah akan mendapat layanan katering sebanyak 16 kali makan selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Layanan ini disiapkan oleh maktab. Kita siapkan tim yang melekat untuk melakukan pengawasan," sebut Subhan.

Khusus di Mina, Subhan akan menyiapkan tim Jamarat pada 10 titik. Yaitu lima di atas dan lima di bawah.

"Kita siapkan jalur pengamanan di atas dan bawah. Sebab, rute pergerakan jemaah haji Indonesia dari tenda Mina ke Jamarat yang disiapkan Saudi, bisa melalui jalur atas dan ada potensi juga jemaah melalui jalur bawah. Sehingga di atas lima titik dan bawah lima titik untuk pengamanan," papar Subhan.

"Dari Jamarat menuju tenda di Mina, disiapkan delapan pos petugas. Di setiap pos ditempatkan sejumlah personel untuk mengawal jemaah selama dalam perjalanan menuju dan pulang dari Jamarat," lanjutnya.

 

Beri Layanan Lansia

Petugas layanan lansia juga akan ditempatkan di beberapa titik. Mereka akan dibekali 100 kursi roda untuk layanan Armina, utamanya pada fase Mina dan 15 mobil golf yang disiapkan oleh pihak Masyarik.

Selama di Mina, jemaah lansia diharapkan tidak melempar jumrah secara langsung. Tetaplah di tenda demi menjaga kesehatan.

Karena jarak jamarat dari tenda membutuhkan 6 km pulang pergi. Ada juga yang berjarak 14 km pulang pergi.

"Ini tentu bagi jemaah lansia sangat berat. Karenanya bisa diwakilkan karena secara Syar'i memang diizinkan untuk diwakilkan. Jemaah lansia tetap berada di tenda untuk berdoa dan berzikir, sementara lontar jumrahnya diwakilkan," jelas Subhan.

 

Siapkan Layanan Kesehatan

Sedangkan tim Kesehatan PPIH Arab Saudi yang berasal dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, KKHI Madinah, dan Tenaga Kesehatan Bandara pun melakukan peninjauan fasilitas kesehatan di Armina.

"Kami melaksanakan peninjauan di lokasi yang telah disediakan oleh KUH (Kantor Urusan Haji) untuk menjadi Poskes di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Poskes inilah yang nantinya akan memberikan pelayanan kesehatan jemaah haji selama prosesi Armina," ujar Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, M Imran.

Berdasarkan rencana operasional kesehatan haji 2023 pada fase Armuzna, di Arafah akan didirikan satu Poskes utama dan 5 Poskes satelit. Poskes utama di Arafah dioperasikan oleh tim kesehatan bandara.

Poskes di Arafah inilah yang akan memberikan pelayanan kesehatan kepada jemaah haji yang melaksanakan prosesi wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijah atau 27 Juni.

Selain Poskes utama di Arafah, disiagakan juga 5 Poskes satelit yang operasionalnya dilaksanakan oleh Emergency Medical Team (EMT). Poskes Arafah ini akan menyelenggarakan pelayanan kegawatdaruratan, observasi, rujukan, dan evakuasi untuk para jemaah haji Indonesia. ids/jk/rmc

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru