PASPI: Hilirisasi Sawit Catat Kemajuan Besar, Tidak Lagi Didominasi CPO

surabayapagi.com
Para petani tengah memanen biji sawit dari pohonnya langsung. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) menuturkan jika variasi produk sawit yang kian beragam nyatanya mampu menghasilkan peningkatan nilai ekonomi. Bahkan, sejauh ini hilirisasi sawit sudah mencatat kemajuan yang besar dan tidak lagi didominasi Crude Palm Oil (CPO) atau barang mentah.

Namun demikian, menurut Menurut Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung, hilirisasi sawit domestik masih memerlukan percepatan adopsi inovasi agar dapat menghasilkan bermacam produk hilir. Jika sebelumnya, keterlambatan adopsi inovasi terjadi karena masih rendahnya budaya inovasi dan kreasi di industri hilir sehingga perlu ditingkatkan.

"Menuju 750 jenis produk hilir dan kompetitif di pasar dunia. Semakin ke hilir nilai tambah besar dan semakin membutuhkan inovasi hilir," kata Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung, Rabu (13/12/2023).

Diketahui, pada 2010, Indonesia masih mengekspor Crude Palm Oil (CPO) atau barang mentah sekitar 70-80 persen. Namun, di 2022, sekitar 90 persen ekspor merupakan olahan sederhana (setengah jadi).

Sehingga dukungan dana riset yang disalurkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang sudah tersedia dan telah dimanfaatkan para periset sangat penting dikembangkan.

Sehingga dari hasil riset tersebut menjadi invensi atau paten yang nantinya akan bertambah banyak. Dirinya juga turut mendorong agar hasil riset itu dapat diadopsi oleh pelaku industri.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, sejak 2018, hilirisasi industri sawit sudah berjalan dan tidak lagi didominasi CPO. 

Sedangkan pada 2022, tambah Eddy, ekspor bahan baku CPO sebesar 3.463 ribu ton dari total ekspor kelapa sawit 33.928 ribu ton. Sedangkan, crude palm kernel oil (PKO) sebesar 107 ribu ton.

Sebagai informasi, ekspor dalam bentuk produk hilir berupa refined palm oil sebesar 24.410 ribu ton, refined PKO sebanyak 1.335 ribu ton, biodiesel sebesar 4.179 ribu ton dan oleokimia mencapai 4.179 ribu ton. Eddy mengatakan, permintaan dalam negeri terus meningkat dari 16,7 juta ton pada 2019 menjadi 21,1 juta ton pada 2022. jk-02/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Berita Terbaru