Desa Kebonagung Jadi Penghasil Jeruk Nipis Terbesar di Gresik

Reporter : M. Aidid Koresponden Gresik
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara simbolis ikut melepas ekspor perdana jeruk nipis petani Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah beberapa waktu silam. SP/ M. Aidid

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Menjadi desa penghasil jeruk nipis terbesar di Kabupaten Gresik, Desa Kebonagung Kecamatan Ujungpangkah terus mengoptimalkan potensi.

Dari informasi yang dihimpun, lahan kebun jeruk nipis seluas 450 hektar menghasilkan rata-rata per hektar 2 sampai 3 ton tiap panen.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Trate Takjil Market Volume 4 Libatkan 130 UMKM dan Resmikan Outlet Trate Rasa

Bahkan pada 2022, jeruk nipis khas Kebonagung telah diekspor ke luar negeri dengan dilepas langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Kepala Desa Kebonagung Lubis Farisman menyampaikan, mayoritas warga desanya menjadi petani jeruk nipis.

Untuk itu, pemerintah desa terus memberikan perhatian agar potensi jeruk nipis bisa dioptimalkan dan menjadi daya tarik.

"Warga kami mayoritas jadi petani jeruk nipis, sehingga potensi itu akan kami optimalkan," katanya, Selasa (12/11/2024).

Selain jeruk nipis, Lubis menjelaskan petani di desanya juga mulai mengembangkan jeruk dengan varietas baru seperti tanaman buah, jeruk lemon dan lain sebagainya.

"Beberapa program seperti ketahanan pangan serta infrastruktur pertanian terus kami optimalkan untuk mendukung potensi pertanian yang luar biasa ini," ujarnya.

Baca juga: GAPEKNAS Gresik Aktif Kembali, Pengurus Baru Siap Perkuat Kontraktor Lokal

Sementara itu, Camat Ujungpangkah Shofwan Hadi mendukung upaya pemerintah Desa Kebonagung dalam mengoptimalkan potensi desa.

"Kita terus mendorong kades untuk segera merealisasi kebun wisatanya sebagai wisata petik buah," terangnya.

Terpisah, Petani jeruk nipis Desa Kebonagung, Sulikhan menceritakan awal mula ia mulai menanam tanaman jeruk nipis karena budidaya yang cukup mudah 

"Di sini dulu penghasil jeruk buah, tapi pada tahun 2014 beralih ke tanaman jeruk nipis karena budidayanya mudah," terangnya.

Baca juga: Imbas Viral ODGJ BAB Sembarangan, Alun-Alun Gresik Sepi Pedagang dan Pembeli

Untuk modal menanam jeruk nipis, mengaku mendapat bibit dari luar daerah yakni Blitar dan Tulungagung. Satu pohon bibit jeruk nipis dihargai Rp 8.000. 

Dalam lahan 4 hektar yang dikelola, rata-rata penghasilannya sangat memuaskan. Satu pohon jeruk nipis yang ditanam menghasilkan satu kilogram dengan masa panen satu seminggu sekali.

"Umur pohon dua tahun bisa menghasilkan 1 kilogram dengan panen sebulan sekali. Ini saya punya empat hektar bisa menghasilkan Rp 50 juta," tambahnya.

Selama ini, pasar lokal telah menyerap habis jeruk nipis dari petani. Dia mengatakan, jeruk nipis dikirim ke Surabaya dan Lamongan. "Serta ke daerah sekitar seperti pasar Babat dan Surabaya," ucapnya. grs

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru