Khofifah Tingkatkan Kuota Beasiswa Jatim Demi Putus Mata Rantai Kemiskinan

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus menggencarkan program beasiswa sebagai upaya strategis memutus mata rantai kemiskinan. Program ini menyasar pelajar dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan akses pendidikan lebih baik.

“Pendidikan adalah salah satu cara untuk memutus mata rantai kemiskinan,” ujar Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Bambang Pramujati.

Baca juga: Apresiasi Untuk Polri, Khofifah Tekankan Pentingnya Keamanan bagi Investasi dan Kesejahteraan

Prof. Bambang menyebut program beasiswa yang digagas Khofifah sangat relevan dan menyentuh kebutuhan masyarakat bawah. Dia meyakini pendidikan merupakan jalan utama dalam memutus kemiskinan antargenerasi.

Menurutnya, dampak dari pendidikan bersifat jangka panjang dan mampu membuka peluang kehidupan yang lebih layak. Berkat akses pendidikan berkualitas merata, generasi muda berpeluang membangun masa depan yang lebih cerah.

“Program beasiswa ini menjadi salah satu kunci untuk memperbaiki kehidupan masyarakat yang kurang beruntung,” ucapnya.

Baca juga: Gandeng UMKM Organisasi Keagamaan, Bulog Siapkan 30 Outlet RPK Perkuat Ketahanan Pangan

Dia juga mengapresiasi langkah Khofifah yang tak hanya fokus di kota besar, melainkan menyasar hingga pelosok daerah. Kebijakan ini menjadi bukti konkret bahwa negara hadir untuk rakyatnya yang paling membutuhkan.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi sangat penting untuk mempercepat capaian pembangunan pendidikan di daerah. Ia menilai program ini tidak sekadar bantuan finansial, tetapi juga simbol harapan masa depan.

Baca juga: Pasar Murah di Singosari Malang, Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

“Luar biasa bagaimana konsen Ibu Khofifah terhadap pendidikan di Jawa Timur. Tadi Ibu juga menyampaikan banyak beasiswa telah disalurkan kepada insan muda.” tuturnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan dampak positif program tersebut terhadap penurunan angka kemiskinan. Persentase penduduk miskin di Jawa Timur menurun 0,23 persen pada September 2024 menjadi 9,56 persen dari sebelumnya 9,79 persen pada Maret 2024. hk

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru