SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menegaskan penguatan sistem irigasi. Pasalnya, sektor pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air yang dikelola secara baik.
“Air merupakan faktor utama dalam pertanian. Jika distribusinya terganggu, produktivitas juga akan menurun,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Lumajang, Yudha Adji Kusuma, Rabu (15/04/2206).
Ia menjelaskan kebutuhan air terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi, sementara ketersediaannya semakin terbatas. Kondisi tersebut menuntut sistem irigasi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang irigasi untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air.
Baca juga: Cegah Penimbunan di Tingkat Pengecer, Pemkab Lumajang Perpendek Distribusi Gas Elpiji 3 Kg
“Penguatan sistem irigasi menjadi bagian penting untuk menjamin keberlanjutan sektor pertanian,” katanya.
Baca juga: Pasca Keluhkan Stok Langka, Pemkab Lumajang Dapat Tambahan 18 Ribu Elpiji Melon
Selain itu, pemerintah juga menyoroti pentingnya menjaga fungsi saluran irigasi dari alih fungsi lahan dan penyempitan sempadan yang berpotensi mengganggu distribusi air. Jika tidak dikendalikan, kondisi tersebut dapat menurunkan produktivitas pertanian dan berdampak pada kesejahteraan petani.
Baca juga: Hadapi Tantangan Kemarau, Lumajang Siapkan Strategi Pertanian Berbasis Efisiensi Air
Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap Raperda Irigasi dapat dibahas bersama DPRD untuk menghasilkan kebijakan yang implementatif. "Penguatan sistem irigasi diharapkan mampu mendukung Lumajang sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," pungkasnya. lj-02/dsy
Editor : Redaksi