Jumat Berkah, Oknum Polisi Rekayasa Perkara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com – POLISI atau oknum yang mencoba merekayasa perkara sering melupakan agamanya. Ini terkait manipulasi bukti, alibi palsu, atau skenario yang dibangun. Modus semacam itu akan selalu memiliki celah dan tidak logis. Terutama jika diuji secara ilmiah (forensik).

Ya! Saya ketahui, setiap peristiwa saling terhubung secara sebab-akibat. Skenario yang dibuat-buat oknum polisi sering kali tidak sinkron dengan kronologi kerusakan, luka, atau kerusakan di TKP.

Jadi, praktik mafia kasus (makelar kasus) yang mengulangi kejahatan menunjukkan bahwa para pelaku terjebak dalam kesombongan dan kebutaan moral terhadap adagium tidak ada kejahatan yang sempurna.

Sindikat ini mengira jejaring suap dan rekayasa mereka seolah tidak terendus, padahal jejak digital dan konspirasi selalu meninggalkan celah untuk dibongkar penegak hukum.

Dalam Islam, tidak ada kejahatan (maksiat atau dosa) yang benar-benar sempurna atau tersembunyi. Ini didasarkan pada keyakinan bahwa Allah SWT bersifat Al-Alim (Maha Mengetahui) dan Al-Khabir (Maha Meneliti). Allah SWT mengetahui apa yang disembunyikan di dalam hati maupun yang dilakukan secara terang-terangan (QS. Al-An’am: 59).

Tidak ada perbuatan zalim atau jahat, sekecil apa pun, yang luput dari catatan malaikat dan balasan-Nya (QS. Az-Zalzalah: 7-8). Ada peringatan Atas Perbuatan: Manusia mungkin bisa menutupi kejahatan dari hukum manusia, namun tidak ada “kejahatan sempurna” di hadapan Allah SWT.

Dalam bahasa kriminologi, ada Adagium “tidak ada kejahatan yang sempurna”. Adagium ini menegaskan bahwa setiap tindak pidana pasti akan meninggalkan jejak, sekecil apa pun itu. Dalam kriminologi dan investigasi forensik, tidak ada rencana kejahatan yang benar-benar kedap dari kesalahan pelaku, barang bukti fisik, atau saksi mata. Ingat ya Pak Oknum polisi nakal. n(dnaputri)

Berita Terbaru

Permata Bank Ajak Nasabah Surabaya Lewat Wealth Wisdom 2026

Permata Bank Ajak Nasabah Surabaya Lewat Wealth Wisdom 2026

Kamis, 08 Okt 2026 07:32 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Di tengah pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,72% pada triwulan II 2026[1], kebutuhan untuk mengelola kekayaan secara adaptif dan…

CEO Danantara Sebut Sejumlah BUMN Segera Melantai di Bursa

CEO Danantara Sebut Sejumlah BUMN Segera Melantai di Bursa

Kamis, 08 Okt 2026 07:30 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:30 WIB

SURABAYAPAGI.com - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan bahwa sejumlah badan usaha milik…

Rupiah Menguat Dipengaruhi Cadangan Devisa Indonesia yang Tetap Kuat

Rupiah Menguat Dipengaruhi Cadangan Devisa Indonesia yang Tetap Kuat

Kamis, 08 Okt 2026 07:29 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu bergerak menguat 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.887 per dolar AS…

BPN Imbau Masyarakat Tak Gunakan Perantara untuk Urus Tanah

BPN Imbau Masyarakat Tak Gunakan Perantara untuk Urus Tanah

Kamis, 08 Okt 2026 07:27 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus berkomitmen meningkatkan layanan pertanahan bagi masyarakat,…

Daop 8 Layani 9,78 Juta Pelanggan Hingga Triwulan III 2026

Daop 8 Layani 9,78 Juta Pelanggan Hingga Triwulan III 2026

Kamis, 08 Okt 2026 07:26 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:26 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya melayani sebanyak 9.789.933 pelanggan selama Januari hingga September atau triwulan III 2026,…

Angka Cerai Gugat Meroket, Alasan Dominan Efek ‘In This Economy’

Angka Cerai Gugat Meroket, Alasan Dominan Efek ‘In This Economy’

Kamis, 08 Okt 2026 07:23 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pengadilan Agama (PA) Magetan mencatat hingga September 2026, jumlah perkara yang diajukan perempuan untuk mengakhiri perkawinan di…