Wali Kota Mojokerto Resmikan SPPG Wates, Pastikan MBG Berjalan Sesuai Standar

surabayapagi.com
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat meresmikan SPPG Wates. SP/ DWI

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan pentingnya standar kelayakan operasional dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mojokerto. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wates, Kecamatan Magersari, Kamis (14/5).

Menurutnya, program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Rejoto Nyambung Tresno Pecah di Gala Premiere, Jadi Etalase Wisata dan Ekonomi Kreatif Kota Mojokerto

“Dalam rangka menjamin agar makan bergizi gratis ini bisa terlaksana sesuai niat baik Bapak Presiden untuk menyehatkan anak-anak Indonesia dan menciptakan generasi emas, maka SPPG yang bertugas menyiapkan MBG harus memenuhi standar kelayakan operasional,” kata Ning Ita.

Ia mengapresiasi langkah SPPG Wates yang telah mengikuti arahan tim verifikasi untuk melakukan relokasi dapur agar seluruh standar operasional dapat terpenuhi secara maksimal.

Lebih lanjut, Ning Ita menyampaikan untuk menjaga kualitas makanan yang disajikan jumlah SPPG di Kota Mojokerto semula 17 menjadi 28 SPPG dengan kapasitas 2.500 penerima manfaat. "Mari kita jaga bersama-sama dan kita awasi bersama,” tegasnya.

Baca juga: Optimalkan Peran Paralegal, Pemkot Mojokerto Gandeng Kejaksaan Gelar Sosialisasi Penyuluhan Hukum 

Ning Ita menambahkan bahwa program MBG juga ditautkan dengan berbagai program prioritas nasional lain seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan program ketahanan pangan. Menurutnya, integrasi tersebut diharapkan mampu membangun sirkular ekonomi di tingkat kelurahan dan desa.

Baca juga: Tinjau Pameran Lukisan & Fotografi Media Center Mojokerto, Ning Ita Berharap Jadi Magnet Kunjungan dan Penggerak Ekonomi

SPPG nantinya diharapkan bersinergi dengan Koperasi Merah Putih yang akan bekerja sama dengan kelompok tani, kelompok budidaya ikan, hingga peternak lokal untuk menyuplai kebutuhan bahan pangan.

“Kalau program-program ini saling bertautan, maka akan terbentuk sirkular ekonomi di masing-masing wilayah terkecil,” pungkasnya. dwi

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru