SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Kasus HIV Aids di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab), hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (hearing), Komisi D DPRD Sidoarjo dengan relawan Paguyuban Remaja Peduli Aids Sidoarjo. Kamis (4/6).
Dalam rapat terbuka di ruang Komisi tersebut Dinas Kesehatan (Dinkes) mengemukakan hingga bulan April ini, sebanya 7. 129 orang dengan HIV (ODHIV) ditemukan melalui layanan kesehatan di seluruh wilayah Kota Delta.
Baca juga: Dinkes Pamekasan Temukan 14 Kasus HIV hingga April 2026, Mayoritas Laki-laki Usia Produktif
Lebih jauh dr. Hinu Tri Sulistijorini Ririn, MMRS Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. Juga pernah bertugas sebagai Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit), memaparkan ada kenaikan signifikan pengindap Aids di Sidoarjo dalam waktu 4 bulan terakhir dengan kenaikan 215 orang terdeteksi penderita Aids setingkat 3 persen.
"Di tingkat Provinsi Jatim menduduki peringkat ke dua dari 28 kabupaten kota di Jatim" tandas dr Hinu.
Tentunya Dinkes Sidoarjo Pemerintah terus berupaya menekan angka tersebut melalui, giat pencegahan, skrining rutin terhadap populasi berisiko tinggi yang melibatkan 31 Puskemas di seluruh wilayah Sidoarjo.
Baca juga: Per Tahun 2026, Dinkes Sidoarjo Catat Kasus DBD saat Musim Hujan Rendah Dibanding Tahun Lalu
“Dinas Kesehatan memperluas jangkauan layanan terkait HIV. Kabupaten Sidoarjo menyediakan layanan komprehensif mulai dari pencegahan, pemeriksaan, hingga pengobatan,” ujarnya.
Masih menurut dr. Hinu resiko penularan HIV hanya lewat 3 cairan yakni cairan darah sperma dan cairan vagina, "Jadi apabila bersentuhan, ibersalaman, makan satu piring juga tidak akan tertular" Paparnya. Selanjutnya, Ibu Dokter yang pernah menjabat Kapuskesmas Porong ini sangat mendukung komunitas Paguyuban Remaja Peduli Aids Sidoarjo untuk turun bersama menanggulangi kenaikan penderita HIV Aids di Sidoarjo.
"Kami kolaborasikan tentunya adik-adik silakan berkunjung ke Dinkes Sidoarjo, nanti kita koordinasi dengan 31 Puskesmas yang selama ini sudah lama bergerak di elemen masyarakat dan di sekolah sekolah wilayah Sidoarjo," tandasnya.
Baca juga: Dinkes Gresik Catat Ratusan Kasus HIV, Didominasi Usia Produktif 25-49 Tahun
Penanggulangan HIV di Sidoarjo melibatkan berbagai pihak, mulai dari sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga layanan kesehatan swasta. Dalam bidang pencegahan, Dinkes Sidoarjo gencar melakukan sosialisasi HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) ke sekolah-sekolah tingkat SMP hingga SMA. Selain itu, pemerintah juga memperkuat peran klinik komunitas agar lebih mudah diakses oleh kelompok berisiko.
“Selain membuka pos layanan HIV di luar jam kerja puskesmas, kami juga mengadakan layanan tes HIV mobile, pengobatan sebagai bentuk pencegahan penularan HIV. Upaya ini dilakukan dengan menggandeng berbagai komunitas dan organisasi lokal. Beberapa di antaranya seperti Yayasan Delta Crisis Center, yang membantu menjangkau kelompok masyarakat yang belum mengakses layanan HIV. hdk/hik
Editor : Redaksi