Bupati Gresik Dorong SPPG Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan

Reporter : M. Aidid Koresponden Gresik
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani. SP/ MAIDID

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pemkab Gresik terus memperkuat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menekankan aspek keberlanjutan lingkungan. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan pentingnya peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya dalam penyediaan makanan bergizi, tetapi juga sebagai pelopor pengelolaan sampah dan limbah yang sesuai ketentuan nasional.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas SPPG Kabupaten Gresik Tahun 2026 di Aula Mandala Bakti Praja, Kantor Pemkab Gresik, Senin (8/6/2026).

Baca juga: Dari 87 Dapur MBG di Kota Malang, Disnaker-PMPTSP Catat Baru 21 yang Sudah Kantongi SLF

Menurut Bupati Yani, program MBG harus dipandang sebagai upaya membangun sistem pangan yang sehat, aman, sekaligus ramah lingkungan. Karena itu, pengelolaan sampah dari sumber, yakni dapur SPPG, menjadi hal yang tidak bisa diabaikan sebelum dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

“Program MBG tidak hanya tentang pemenuhan gizi, tetapi juga bagaimana membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan. Pengelolaan sampah dari SPPG harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sejumlah aspek penting yang wajib dipenuhi dalam operasional SPPG, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta kualitas air sebagai standar dasar pelayanan.

Bupati Yani menyebut saat ini masih terdapat 93 SPPG yang perlu peningkatan dalam pemenuhan SLHS. Selain itu, tantangan pengelolaan sampah juga masih berbeda di tiap wilayah, terutama di kawasan utara yang belum memiliki TPST.

Sementara di wilayah selatan seperti Menganti dan Kedamean, fasilitas TPST sudah tersedia sehingga diperlukan kerja sama lebih lanjut antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan SPPG melalui skema MoU agar implementasi berjalan optimal.

Baca juga: 3 Mantan Petinggi BGN Ditangkap Kejagung, SPPG di Ponorogo Lumpuh 

“Diperlukan komunikasi dua arah agar pengelolaan sampah di setiap wilayah bisa berjalan efektif sesuai kondisi masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebijakan ini disusun untuk memastikan program pemenuhan gizi tidak menimbulkan dampak lingkungan di kemudian hari, melainkan justru mendorong terciptanya budaya bersih dan berkelanjutan di masyarakat.

Selain aspek lingkungan, Bupati Yani juga mendorong SPPG untuk mengoptimalkan potensi komoditas lokal dalam mendukung program MBG, sekaligus memperkuat perputaran ekonomi masyarakat sekitar. Pemkab Gresik, lanjutnya, bahkan siap memberikan dukungan subsidi transportasi untuk pemenuhan kebutuhan bahan pangan, mengingat Gresik bukan daerah penghasil buah.

“Harapannya SPPG bisa memanfaatkan potensi lokal yang ada dan tetap memastikan kebutuhan gizi terpenuhi secara optimal,” tambahnya.

Baca juga: Wisuda Lintas Generasi di Desa Pongangan, Bukti Komitmen Membangun Ketahanan Keluarga

Ia menutup dengan harapan agar kegiatan pembinaan ini mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh SPPG dalam mewujudkan Gresik yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Mudah-mudahan budaya pengelolaan sampah yang baik dapat terbangun di seluruh SPPG,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Dinas Kesehatan Mukhibatul Khusnah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik Janoe Tegoeh Prasetijo, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchammad Zaifudin, serta para kepala mitra dan SPPG se-Kabupaten Gresik. did

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru