SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Keiko Fujimori berhasil memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) Peru setelah tiga kali gagal. Ia berhasil dipercobaan keempat mengikuti kontestasi.
Prabowo Subianto telah mencalonkan diri dalam pemilihan presiden sebanyak empat kali.
Baca juga: Polri Harus Berani Lindungi yang Lemah
Keiko memenangkan putaran kedua pemilu yang digelar pada 7 Juni dengan perolehan 50,135 persen suara. Ia unggul tipis atas anggota parlemen dari kubu kiri Roberto Sanchez yang meraih 49,865 persen suara.
Prakris, Presiden terpilih Peru Keiko Fujimori, putri mantan Presiden Alberto Fujimori, memenangkan Pemilihan Presiden Peru setelah berjuang dalam empat pemilihan berturut-turut, sebuah perjalanan politik gigih yang bisa disamakan dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
Ini karena perjalanan panjangnya sangat mirip dengan Presiden Prabowo Subianto. Sama seperti Keiko yang terus mencoba maju di Peru, Prabowo juga dikenal atas kegigihannya mencalonkan diri beberapa kali dalam pemilihan presiden Indonesia sebelum akhirnya memenangkan kursi kepresidenan.
Ketua otoritas pemilu Peru Roberto Burneo mengumumkan langsung kemenangan Keiko dalam seremoni di Lima pada Jumat (3/7) waktu setempat. Ia terpilih bersama Luis Fernando Galarreta Velarde sebagai wakil presiden.
Baca juga: Prabowo, Terbuka Masukan Lewat TikTok
Dewan Elektoral Nasional Peru dijadwalkan mengumumkan secara resmi penetapan pemenang ini pada tanggal 3 Juli, sebelum sang presiden terpilih resmi dilantik pada tanggal 28 Juli untuk masa jabatan lima tahun.
Siapa Keiko
Bernama lengkap Keiko Sofía Fujimori Higuchi, ia merupakan politikus konservatif Peru yang menjadi salah satu figur paling berpengaruh sekaligus kontroversial di negaranya.
Baca juga: Daya Saing Indonesia Turun, Prabowo Bentuk Satgas
Politikus berusia 51 tahun ini adalah putri sulung mantan Presiden Peru, Alberto Fujimori, yang memimpin negara itu pada 1990-2000. Kiprahnya di dunia politik sudah cukup lama.
Mengutip CNN, Keiko mulai dikenal publik sejak usia muda. Pada 1994, ketika ibunya, Susana Higuchi, berpisah dengan Alberto Fujimori, Keiko yang masih berusia 19 tahun ditunjuk menjadi Ibu Negara Peru dan menjalankan peran tersebut hingga akhir pemerintahan ayahnya.
Setelah Alberto Fujimori lengser pada 2000 akibat skandal korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia, Keiko membangun karier politiknya sendiri. Ia terpilih menjadi anggota Kongres Peru pada 2006 sebelum mendirikan partai Fuerza Popular. n cnn, afp, rioputra
Editor : Redaksi