SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Selama dimulainya masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, memetakan risiko mengenai persoalan siswa mulai ekonomi termasuk masalah sosial lainnya dengan mengusung tema MPLS Ramah, yang artinya ramah kurikulum, ramah lingkungan baru, ramah warga sekolah baru, dan lainnya.
"Pesan Ibu Bupati, sekolah harus memetakan risiko sejak awal, karena bisa jadi ada anak yang memiliki persoalan ekonomi, masalah sosial atau menjadi pelaku maupun korban perundungan. Semua itu harus dipetakan sejak awal tahun ajaran," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Alfian, Selasa (14/07/2026).
Baca juga: Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkab Banyuwangi Hadirkan 19 PNS Tenaga Kesehatan
Lebih lanjut, Alfian menekankan harus dipastikan bahwa di semua satuan pendidikan dalam proses penyambutan anak-anak pada hari pertama sampai selesai MPLS ini, semua harus dilakukan dengan cara-cara yang humanis. Dimana, masa pengenalan lingkungan sekolah berlangsung selama lima hari dengan materi yang berbeda setiap harinya.
Baca juga: Lewat Program Inklusif, Pemkab Banyuwangi Komitmen Penuhi Hak Dasar Warga
"MPLS di setiap jenjang pendidikan maksimal dilakukan selama lima hari, dan kami juga meminta hasil dari MPLS ini ditindaklanjuti dengan kunjungan ke rumah orang tua siswa agar terjalin komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga," ujar dia.
Baca juga: MPLS SRT 2 Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Dorong Pelajar Jadi Pemimpin Berkarakter
Sehingga, diharapkan pada hari pertama siswa diajak mengenal lingkungan sekolah serta bapak dan ibu guru, agar mereka tidak merasa takut dan canggung. Pasalnya pihak sekolah juga ingin anak-anak merasa bahagia, aman, nyaman, dan berani karena peralihan dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar cukup mengejutkan bagi mereka. by-01/dsy
Editor : Redaksi