Layak Konsumsi, Ribuan Ikan di Ranu Klakah Lumajang Mati Dijual Murah untuk Tekan Kerugian

surabayapagi.com
Sejumlah ikan mati di keramba danau Ranu Klakah, Desa Tegal Randu dijual murah. SP/ LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menindaklanjuti kelanjutan fenomena ribuan ikan di keramba danau Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang mati mendadak, sekaligus untuk mengurangi kerugian, peternak terpaksa menjual ikan yang masih layak dikonsumsi. 

Pasalnya, akibat fenomena tersebut, sejumlah peternak mengalami kerugian puluhan juta. Sehingga, dijual murah untuk menekan kerugian. Meski demikian, harga ikan nila, mujaer dan bandeng itu turun. DIketahu, ikan nila yang biasanya dijual seharga Rp 35.000 kilogram, kini hanya dijual sebesar Rp 20.000 perkilogramnya.

Baca juga: Diduga Dipicu Cuaca Ekstrem, Ribuan Ikan di Ranu Klakah Lumajang Mati Massal

"Ikan yang masih layak konsumsi dijual dengan harga yang jauh lebih murah sebesar Rp 20.000 perkilogramnya," ujar salah satu warga dan peternak, Agil, Selasa (28/07/2026).

Baca juga: Ratusan Warga Berburu Ikan ‘Mabuk’ saat Fenomena Musiman Koyo di Ranu Klakah

Fenomena ikan mati ini terjadi saat cuaca ekstrem terjadi setelah kandungan belereng yang berada di dasar danau Ranu Klakah naik ke permukaan akibat cuaca dingin sehingga membuat kandungan oksigen turun drastis. Akibat peristiwa tersebut sebanyak 89 orang Peternak ikan keramba mengalami kerugian. Peternak ikan mengalami kerugian mulai dari Rp 30 hingga Rp 60 juta per orangnya.

"Kerugian peternak ikan keramba akibat ikan mati di danau Ranu Klakah bisa mencapai Rp 60 juta," ujar salah satu peternak ikan keramba Narwi.

Baca juga: Perkuat Akses Ekonomi, Jembatan Perintis Garuda di Lumajang Capai 97,88 Persen

Sebelumnya, ribuan ikan ditemukan mati di Danau Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Berbagai jenis ikan, seperti nila, mujair, dan bandeng, tampak mengambang di permukaan danau. Tidak hanya ikan liar, ikan yang dibudidayakan di dalam keramba milik warga juga dilaporkan mati. lj-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru