Dirut SIG Tinjau Langsung Pasokan Semen di Aceh, Pastikan Distribusi Segera Pulih

Reporter : M. Aidid Koresponden Gresik
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra (kedua dari kanan) memimpin koordinasi lapangan di Pabrik Lhoknga untuk memastikan ketersediaan pasokan semen di Aceh. SP/SIG

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bergerak cepat memastikan pasokan semen di Aceh tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan pasar yang memicu keterbatasan stok di sejumlah wilayah dan fluktuasi harga di tingkat pengecer.

Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, yang melakukan kunjungan kerja ke Aceh untuk memimpin koordinasi lapangan sekaligus memastikan proses produksi dan distribusi berjalan optimal.

Baca juga: Semester I 2026, Penjualan SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Bidik Penguatan Pasar Jawa Barat

Dalam kunjungannya, Indrieffouny meninjau operasional PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga, mengevaluasi kesiapan fasilitas produksi, distribusi, serta logistik. Ia juga memimpin rapat koordinasi dengan jajaran manajemen guna mempercepat pemulihan pasokan, sebelum melanjutkan peninjauan ke jaringan distribusi dan berdialog dengan distributor utama.

"Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan setiap kendala dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan. Prioritas kami adalah menjamin kebutuhan masyarakat dan pembangunan tetap terpenuhi melalui pasokan semen yang memadai serta distribusi yang semakin lancar," ujar Indrieffouny.

Untuk mempercepat normalisasi pasokan, SIG mengoptimalkan produksi dari Pabrik Lhoknga dan Packing Plant Lhokseumawe, sekaligus menambah suplai melalui Packing Plant Malahayati. Perusahaan juga memperkuat koordinasi dengan distributor, mitra logistik, dan pemerintah daerah agar distribusi hingga ke pasar dapat berlangsung lebih cepat.

Selain itu, SIG melakukan pemantauan harian terhadap kondisi stok, distribusi, dan permintaan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional secara cepat.

Baca juga: Penjualan SIG Tumbuh 4,4 Persen hingga Mei 2026, Pasar Domestik dan Ekspor Jadi Penggerak

Menurut Indrieffouny, tantangan distribusi di Aceh memerlukan sinergi yang kuat antara perusahaan, pemerintah, distributor, dan mitra logistik. Karena itu, SIG membentuk mekanisme koordinasi lintas fungsi agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

"Kami ingin memberikan kepastian pasokan bagi masyarakat maupun pelaku pembangunan. Seluruh sumber daya SIG kami kerahkan agar distribusi segera pulih dan kondisi pasar kembali normal secepat mungkin," katanya.

SIG juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi berlangsung tertib dan efisien. Mitra penyalur diimbau menerapkan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab agar produk tersedia secara merata bagi konsumen.

Baca juga: SIG Berdayakan Warga Desa Glondonggede Tuban, Lahirkan 36 UMKM Berbasis Potensi Lokal

Di sisi lain, Indrieffouny menegaskan SIG tetap mempertahankan kebijakan tidak menaikkan harga semen di wilayah yang terdampak banjir pada akhir 2025, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kebijakan tersebut tetap diberlakukan meski perusahaan menghadapi tekanan biaya produksi dan distribusi akibat kenaikan harga batu bara, solar, serta suku cadang.

Sebagai produsen bahan bangunan terbesar di Indonesia, SIG optimistis kolaborasi seluruh pemangku kepentingan akan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan semen di Aceh sehingga pembangunan infrastruktur, sektor perumahan, dan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan. did

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru