Khusus Warga Surabaya, Pemkot Siap Buka Peluang Kerja Usia Produktif Desil 1-3

surabayapagi.com
Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro. SP/ Pemkot Surabaya

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Khusus untuk warga Kota Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka peluang kerja bagi warga usia produktif yang masuk dalam desil 1-3 yang belum memiliki penghasilan tetap. Dalam upaya tersebut, akan ada sekitar 39 perusahaan yang nantinya dari 2.463 orang ini kita arahkan untuk melamar di 39 perusahaan tersebut

"Jadi 2.463 orang usia produktif masuk dalam desil 1-3 yang nantinya akan kita sandingkan dengan peluang kerja di Kota Surabaya,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro, Minggu (13/09/2026).

Baca juga: Bantu Modal Usaha Gen Z, Pemkot Surabaya Dorong Pemanfaatan Anggaran di Tingkat RW

Nantinya, Pemkot tidak hanya memfasilitasi proses lamaran, tetapi juga memberikan pendampingan pembuatan berkas yang sesuai standar serta bimbingan saat menghadapi tes wawancara. Dan selanjutnya, para pencari kerja juga akan dibekali panduan untuk menunjukkan potensi kemampuannya ketika dipanggil oleh perusahaan.

Baca juga: Masifkan Gerakan Pangan Murah, Pemkot Surabaya Gandeng KKMP-Poktan

Menurutnya, pemkot juga akan membuatkan akun personal melalui aplikasi ASSiK (Arek Suroboyo Siap Kerjo) bagi pencari kerja yang terdaftar dalam Desil 1-3. Sehingga, melalui aplikasi tersebut pencari kerja akan menerima pemberitahuan panggilan pekerjaan dari perusahaan yang dilamar.

"Nanti mereka bisa melihat lewat Hp, bahwa ada panggilan atau tidak, nanti ada notifikasi (pemberitahuan) di sana. Untuk memudahkan pencari kerja, sehingga nantinya pada saat wawancara, tes, dan sebagainya tidak terlewatkan," ucapnya.

Baca juga: Jaga Kenyamanan Ruang Publik, Pemkot Surabaya Tata Ulang Kawasan Kuliner Karang Menjangan

Pihaknya juga terus melakukan monitoring pencari kerja yang terdaftar dengan dibantu kecamatan dan kelurahan untuk memastikan pencari kerja telah sesuai dengan kualifikasi dan tidak menumpuk di satu perusahaan. "Nama-nama tersebut nanti di monitor sebagai bahan evaluasi untuk kemudian dilaporkan kepada Wali Kota. Karena Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) sangat mendukung program ini," ujarnya. sb-05/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru