NFH Expo 2026 Masuk Surabaya, Industri F&B dan Hospitality Jatim Dibidik

surabayapagi.com

SurabayaPagi, Surabaya — Industri food and beverage (F&B) dan hospitality di Jawa Timur menjadi sasaran perluasan Nusantara Food & Hotel (NFH) Expo 2026. Untuk pertama kalinya, pameran yang mempertemukan pelaku usaha dan industri F&B serta hospitality tersebut digelar di Surabaya pada 17–20 September 2026 di Grand City Convex.

Kehadiran NFH Expo di Surabaya tidak terlepas dari perkembangan bisnis restoran, kafe, hotel serta sektor pendukung lainnya di Jawa Timur. Pertumbuhan sektor tersebut turut meningkatkan kebutuhan terhadap bahan baku, peralatan dan berbagai solusi untuk menunjang operasional usaha.

Sebelumnya, NFH Expo 2026 yang digelar di ICE BSD City mencatat lebih dari 25.000 pengunjung selama empat hari dengan partisipasi lebih dari 186 brand dari berbagai sektor F&B dan hospitality.

General Manager PT Debindo Global Expo, Alfin Irsal, dalam konferensi pers di Social Spoon Surabaya, Selasa (15/9/2026), memaparkan latar belakang penyelenggaraan NFH Expo di Surabaya sekaligus rangkaian kegiatan yang akan mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai pihak dalam industri F&B dan hospitality.

Perluasan penyelenggaraan ke Surabaya sekaligus menjadi upaya membuka ruang pertemuan baru bagi pelaku industri di Jawa Timur dan kawasan sekitarnya. Para pelaku usaha dapat bertemu dengan penyedia produk, memperoleh informasi terkait perkembangan industri, serta menjajaki peluang kerja sama.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO) DPD Jawa Timur, Ferry Setiawan, menilai ruang pertemuan antarpelaku industri dibutuhkan untuk memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan pengetahuan pelaku usaha.

“Adanya event ini membuat semua pihak dalam industri saling terhubung. Ini menjadi waktu bagi kita untuk belajar. Penyelenggara dapat hadir sebagai wadah pembelajaran bagi seluruh pengusaha untuk saling mengembangkan bisnis dan memperluas koneksi, sehingga dapat terus bertumbuh dan mendapatkan knowledge baru," ujarnya.

Menurut Ferry, interaksi antarpelaku usaha menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan industri F&B yang terus berubah. Pertemuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan transaksi, tetapi juga pertukaran pengalaman dan pengetahuan.

Sementara itu, Chef Apriana Savitri, Perwakilan ACP Surabaya, menyoroti potensi gastronomi Nusantara yang dapat dikembangkan seiring pertumbuhan industri F&B dan hospitality.

Menurutnya, kekayaan kuliner Indonesia tidak hanya berkaitan dengan cita rasa dan teknik memasak, tetapi juga mencakup warisan budaya, bahan lokal serta tradisi kuliner yang berkembang di berbagai daerah.

“NFH Expo dapat menjadi jembatan antara kekayaan gastronomi Nusantara dengan perkembangan industri food dan hospitality. Melalui ruang seperti ini, pelaku industri dapat mengenal lebih jauh potensi bahan lokal, menemukan tren dan inovasi, serta membangun kolaborasi dan networking," katanya.

Ia menilai keberadaan pameran yang mempertemukan pelaku food dan hospitality dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kuliner lokal sekaligus menghubungkan potensi gastronomi Indonesia dengan kebutuhan industri hospitality modern.

Dari sisi teknologi dan infrastruktur, perkembangan bisnis kuliner juga meningkatkan kebutuhan terhadap peralatan dapur komersial dan sistem pendingin.

Kebutuhan tersebut berkaitan dengan pengelolaan bahan baku hingga menjaga konsistensi operasional dapur.

Sales Supervisor GEA GETRA Surabaya, Kim Fang, mengatakan infrastruktur menjadi salah satu bagian penting yang menopang operasional bisnis F&B.

“Di balik setiap hidangan lezat dan sajian kopi yang sempurna, terdapat infrastruktur dapur komersial serta sistem pendingin yang menjadi tulang punggung operasional bisnis F&B. Konsistensi rasa, kesegaran bahan baku, dan keandalan operasional menjadi pondasi penting dalam menghadapi persaingan industri kuliner," jelasnya.

GEA GETRA melihat penyelenggaraan NFH Expo Surabaya sebagai ruang untuk mempertemukan penyedia teknologi dengan pelaku usaha F&B di Jawa Timur.

Kebutuhan tersebut mencakup berbagai skala bisnis, mulai dari UMKM dan kafe hingga restoran dan hotel.

Selain GEA GETRA, sejumlah brand dari berbagai kategori juga dijadwalkan berpartisipasi dalam NFH Expo Surabaya 2026. Beberapa di antaranya adalah Lee Kum Kee, Fomac & Powerpack, Dawa Minuman Rempah dan The Biji Kopi.

Kehadiran berbagai peserta tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk melihat langsung produk, berdiskusi dengan perwakilan perusahaan dan memperoleh referensi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis masing-masing.

Selama empat hari penyelenggaraan, peserta juga akan mengikuti sejumlah aktivitas di area pameran, seperti product showcase, demonstrasi produk dan diskusi bersama perwakilan perusahaan.

NFH Expo Surabaya 2026 terbuka bagi pelaku usaha, profesional, komunitas maupun masyarakat umum. Pameran tersebut berlangsung 17–20 September 2026 di Grand City Convex Surabaya.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru