SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Melalui ajang Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendorong terciptanya inovasi pemerintahan yang mampu menjawab persoalan dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat, termasuk ekonomi, pengangguran, stunting, dan lingkungan yang membutuhkan penyelesaian secara konkret.
"Banyak permasalahan yang perlu kita selesaikan, sehingga kita harus punya inovasi yang tidak sekadar menjadi gagasan atau ajang penghargaan," kata Bupati Sidoarjo Subandi, Kamis (17/09/2026).
Baca juga: Tekan Potensi Kebocoran Pembayaran, Pemkab Sidoarjo Genjot MyRetribusi
Menurutnya, capaian pembangunan Sidoarjo yang ditandai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada 2025 dan tingkat kemiskinan 4,40 persen harus diikuti perubahan pola kerja serta tata kelola pemerintahan. Sehingga, pihaknya menekankan inovasi perlu dibangun mulai dari sekretariat daerah, perangkat daerah, pemerintah desa hingga pendidik dengan memperkuat komunikasi dan kolaborasi agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
Baca juga: Hadapi Banjir, Pemkab Dorong Percepatan Normalisasi Sungai dan Saluran Air
Ia juga berharap penghargaan KISI menjadi pemicu perubahan pola pikir aparatur sehingga inovasi yang dihasilkan dapat memudahkan pelayanan publik sekaligus mempercepat penyelesaian persoalan masyarakat.
Selain itu, Subandi menyebut, Pemkab Sidoarjo juga turut memperkuat pengelolaan inovasi yang dihasilkan oleh masyarakat melalui sistem SETIA (Sistem Riset dan Inovasi Daerah) yang digunakan untuk menjaring gagasan, uji coba, penerapan, evaluasi, dan pelaporan inovasi.
Baca juga: Marak Keracunan MBG, Pemkab Sidoarjo Perkuat Pengawasan Operasional SPPG
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman mengatakan inovasi merupakan faktor penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik seiring meningkatnya kebutuhan dan harapan masyarakat. “Ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi instrumen untuk membangun budaya inovasi,” tegas Ainur Rahman. sd-01/dsy
Editor : Redaksi