SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Guna mengantisipasi ancaman banjir dan genangan air menghadapi datangnya musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, meningkatkan kapasitas penyedotan air di Rumah Pompa Sidokare dari 200 liter per detik menjadi 1.200 liter per detik. Sehingga, pengerjaan proyek tersebut terus dikebut sebelum target penyelesaian pada Desember mendatang.
"Saya mohon bisa dipercepat dari target bulan Desember. Karena ini sudah mendekati musim hujan. Kasihan warga sini," ujar Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Minggu (04/10/2026).
Meski progres pekerjaan mencatatkan surplus 0,8 persen sejak kontrak ditandatangani pada 28 Agustus lalu, Mimik mengaku kecewa. Sebab, dalam kurun waktu satu bulan, kontraktor pelaksana baru menyelesaikan tahap pemancangan tiang pancang (mini pile) lantai rumah pompa.
Sehingga, guna memastikan proyek berjalan baik, Mimik meminta Inspektorat Kabupaten Sidoarjo untuk memanggil seluruh tim pengawas dan kontraktor pelaksana, serta memperketat pengawasan terhadap pengerjaan proyek APBD. "Kalau ini masih belum selesai, ya sanksinya di-black list. Jangan sampai digunakan lagi," tegas Mimik.
Selain Rumah Pompa Sidokare, Pemkab Sidoarjo juga meningkatkan kapasitas di dua lokasi lain, yakni Rumah Pompa Lippo dan Rumah Pompa Banjarpoh. Secara keseluruhan, terdapat 38 titik rumah pompa di Kabupaten Sidoarjo yang disiagakan.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Pengawasan Proyek Dinas PU BM SDA Sidoarjo, Yusuf, membenarkan adanya kendala pengiriman material dan penggantian bahan yang tidak sesuai spesifikasi. Namun, saat ini material baru yang sesuai standar telah berada di lokasi.
"Material yang tidak sesuai ini harus diangkut keluar. Saya sudah komplain. Langsung didatangkan lagi yang sudah sesuai ini. Jadi, material sudah siap. Pekerja tinggal buat merakit pembesiannya," jelas Yusuf. sd-01/dsy
Editor : Redaksi