Dampak Kekeringan Terus Meluas, 5 Desa di Ponorogo Mulai Krisis Air Bersih

surabayapagi.com
Ilustrasi. Petugas BPBD Ponorogo menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan.  SP/ PNG

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti fenomena kekeringan saat musim kemarau yang terus meluas turut melanda 5 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Dan ada satu desa tambahan yang saat ini masih menjalani asesmen kebutuhan air bersih. 

BPBD Ponorogo mencatat untuk kelima wilayah terdampak kekeringan tersebut meliputi Desa Karangpatihan dan Dungus di Kecamatan Pulung, Desa Munggu di Kecamatan Bungkal, Desa Sidoharjo dan Sidowayah di Kecamatan Jambon, serta Gelangkulon di Kecamatan Kroyan.

Baca juga: Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Bondowoso Pastikan 74 Irpom Berfungsi bagi Petani

"Yang jelas kebutuhannya dirigen sama tandon," ujar Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun, Kamis (17/09/2026).

Baca juga: Stok Mulai Menipis, Harga Cabai Rawit di Kota Batu Tembus Rp60 Ribu per Kg saat Kemarau

Masun menambahkan, Desa Caluk di Kecamatan Slahung kini juga mulai masuk dalam pemetaan penanganan kekeringan. Namun, BPBD masih melakukan asesmen untuk memastikan kebutuhan warga di wilayah itu. "Berarti lima. Tapi hari ini untuk Caluk masih asesmen, kebutuhannya apa? Yang jelas kebutuhannya jeriken sama tandon," ujarnya.

BPBD Ponorogo memastikan penanganan kekeringan tetap dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk relawan dan mitra lainnya. Bantuan untuk Desa Caluk nantinya akan dikoordinasikan sesuai hasil asesmen dan pembagian tugas dengan kelompok relawan.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Ia berharap ada peremajaan satu unit tangki dengan kapasitas minimal 5.000 liter. Armada tersebut diperlukan untuk menggantikan tangki lama yang kondisinya sudah tidak layak beroperasi secara optimal. "Kalau ada peremajaan kira-kira butuh satu saja untuk mengganti yang kapasitas 5.000 liter yang tidak layak," pungkasnya. pn-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru