SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Event Pekan Raya Jatim (PRJ Surabaya)di Grand City Mall, Surabaya yang harusnya meriah dipenuhi banyak produk UMKM, namun kali ini justru heboh lantaran seorang penyewa mobil rental dibuat kaget saat mobil yang disewa tiba-tiba disergap debt collector (DC) saat sedang berada di event PRJ Surabaya tersebut, hingga adu mulut yang memicu keributan
Video insiden penyergapan mobil rental itu viral di media sosial diunggah akun TikTok @ownersiapotw. Dalam video itu tampak suasana tegang ketika penyewa mobil ini terlibat adu argumen dengan debt collector (DC). Dan dalam keterangan unggahannya, akun @ownersiapotw menyebut adanya dugaan pemukulan terhadap ibu dari penyewa yang berada di dalam mobil.
“Diduga terjadi pemukulan terhadap ibunya yang di dalam mobil, membuat sang anak teriak-teriak minta tolong! Adu mulut pun terjadi,” demikian tulis akun @ownersiapotw, dikutip Rabu (14/10/2026).
Baca juga: Polres Gresik Tetapkan 2 Tersangka Kasus Penyebaran Data Pribadi Lewat Aplikasi Go Matel R4
Peristiwa tersebut tentu membuat sang anak berteriak meminta pertolongan hingga terjadi adu mulut dengan pihak DC. Sementara, suasana di event PRJ Grand City Mall sempat memanas saat penyewa mobil rental terlihat berbicara dengan nada tinggi sembari menunjuk ke arah DC sebagai bentuk protes atas tindakan tersebut.
Dalam video yang beredar, penyewa mobil itu mengaku tidak kenal pihak debt collector yang tiba-tiba menyergap kendaraan yang disewa. Sedangkan DC menyebut bahwa mobil itu telah hilang selama 4 tahun. Aksi penyergapan itu juga menyita perhatian publik setelah video itu beredar luas di media sosial. Menanggapi kejadian itu, kedua belah pihak muncul dalam video klarifikasi dan meminta maaf terkait insiden itu.
Baca juga: Polisi Ungkap Aplikasi Ilegal Gomatel R4, 1,7 Juta Data Debitur Bocor
Pihak debt collector (DC) dalam video yang sama menjelaskan bahwa keributan yang terjadi di event PRJ Grand City Mall merupakan kesalahpahaman. Untuk meluruskan informasi terkait kegaduhan itu, penyewa rental mobil menegaskan bahwa dalam insiden itu tidak terjadi tindakan kekerasan maupun pemukulan terhadap pihak mana pun. sb-02/dsy
Editor : Redaksi