SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep mengkolaborasikan peringatan Hari Santri 2026 dan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep dengan gerakan spiritual pembacaan Surat Al-Waqi'ah sebanyak 111.111 kali.
Gerakan ini akan dilakukan secara berjamaah dan mandiri di masing-masing OPD, sekolah, dan kantor Kemenag hingga puncak peringatan Hari Santri pada 22 Oktober dan Hari Jadi Kabupaten Sumenep pada 31 Oktober mendatang.
Baca juga: Pemkab Sumenep Siapkan Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar
Sebelumnya, Kegiatan Kick Off Pembacaan Bersama QS. Al-Waqi'ah tersebut sudah digelar melibatkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Agama dan Pemkab Sumenep, Senin (12/10/2026) lalu.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, pemilihan Al-Waqi'ah bukan tanpa alasan. Surat yang dikenal sebagai surat kekayaan dan keberkahan itu diharapkan menjadi ikhtiar batin agar Sumenep dijauhkan dari kesulitan dan diberi kelimpahan rezeki serta keselamatan.
Menurut Bupati, Hari Santri dan Hari Jadi tidak cukup diperingati dengan seremoni. Harus ada penguatan nilai-nilai keagamaan yang mengakar.
Baca juga: Bupati Sumenep Dapat Apresiasi Kementan RI, Proyek UPLAND Bawang Merah Jadi Percontohan Nasional
"Hari Santri adalah pengingat resolusi jihad, Hari Jadi adalah pengingat jati diri Sumenep. Keduanya kita satukan dalam satu ikhtiar spiritual membaca Al-Waqi'ah. Ini cara kita membangun Sumenep tidak hanya secara fisik, tapi juga secara batin," ujar Bupati Fauzi.
Ia menegaskan ASN dan PPPK saat ini dituntut tidak hanya profesional dan disiplin, tetapi juga memiliki akhlak dan spiritualitas yang kuat.
Baca juga: Lewat Program Zakat Produktif, Pemkab Berdayakan Ekonomi Warga Miskin di Sumenep
"Kompetensi tanpa akhlak akan rapuh. Melalui gerakan 111.111 Al-Waqi'ah ini, kami ingin ASN semakin dekat dengan Al-Qur'an, sehingga dalam melayani masyarakat ada keikhlasan, integritas dan kesadaran penuh," tandasnya.
Pemkab berharap tradisi pembacaan Al-Waqi'ah ini menjadi ciri khas peringatan hari besar di Sumenep, sebagai kota santri yang religius dan berbudaya. rahman
Editor : Redaksi