Jadi Wisata Dadakan, Bengawan Solo di Ngawi Jadi Hamparan Bunga Enceng Gondok

surabayapagi.com
Warga sekitar berbondong-bondong mendatangi hamparan bunga eceng gondok bermekaran di Bengawan Solo, Ngawi. SP/ NGW

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Momen kemarau panjang di Kabupaten Magetan justru menjadikan fenomena unik. Salah satunya debit air menyusut di aliran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di bawah Jembatan Payak, Desa Kauman, Kecamatan Widodaren justru dipenuhi hamparan bunga enceng gondok yang membentang lebih dari satu kilometer.

Hamparan bunga berwarna ungu muda itu menarik perhatian warga dari berbagai daerah yang datang untuk menyaksikan langsung sekaligus berburu foto di tengah sungai yang mengering, hingga menjadikan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata dadakan, lantaran ramai dikunjungi warga setiap sore selama musim kemarau hingga menjadi spot foto alam sinematik.

Baca juga: Kemarau Panjang, Siswa SD Almadany Gresik Gelar Salat Istisqa

Pasalnya, suasana sore menjelang matahari terbenam menjadi waktu favorit pengunjung. Cahaya matahari yang menyinari hamparan bunga menghadirkan pemandangan berbeda dari kondisi Sungai Bengawan Solo yang biasanya dikenal dengan aliran airnya, Minggu (18/10/2026).

Baca juga: Terus Dikawal: Nasib Pelaku Bullying Anak Disabilitas Surabaya, Dibina 6 Bulan di Rumah Perubahan

Di lokasi tersebut, pengunjung dapat berjalan menyusuri bebatuan sungai hingga mendekati bagian tengah untuk melihat bunga dari jarak dekat. Sebagian pengunjung juga memetik bunga untuk dibawa pulang. Namun, di balik pemandangan yang menarik, kondisi sungai tetap perlu diwaspadai. 

Baca juga: Kekeringan dan Karhutla Meluas, Deni Wicaksono Minta Gubernur Audit Mitigasi Bencana Jatim

Meski sebagian aliran mengering, terdapat sejumlah titik yang masih menyimpan genangan air cukup dalam. Pengunjung diimbau berhati-hati saat berjalan dan tidak memaksakan diri menuju bagian sungai yang belum diketahui kedalamannya. Fenomena hamparan bunga enceng gondok ini diperkirakan tidak akan bertahan lama. Ketika musim hujan tiba dan debit Sungai Bengawan Solo kembali meningkat, arus banjir berpotensi menghanyutkan tanaman yang menutupi permukaan sungai tersebut. ng-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru