SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menjelang Parade Surabaya Juang 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal melibatkan 2.150 peserta dari berbagai unsur seperti Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), prajurit TNI dan Polri, Paskibraka, komunitas pecinta sejarah, pemuda, hingga komunitas masyarakat.
"Kehadiran mereka akan membentuk rangkaian parade yang memadukan rekonstruksi sejarah, nilai kebangsaan, dan ekspresi budaya dalam satu perayaan untuk mengenang perjuangan bangsa," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi, Rabu (28/10/2026).
Baca juga: Pemkot Surabaya Hentikan Pembangunan Rumah Kos Langgar Perizinan di Kandangan Jaya
Diketahui, Surabaya Juang 2026 digelar pada Minggu (1/11) mengusung tema “Suroboyo Wani” menghadirkan kembali kisah heroik perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui atraksi teatrikal, parade kepahlawanan, hingga penampilan seni dan musik di sepanjang rute kegiatan
Baca juga: Perkuat Akses Keadilan, Pemkot Surabaya Hadirkan Layanan Posbankum di 153 Kelurahan
Sementara itu, untuk parade dijadwalkan mulai pukul 14.30 WIB dengan titik pemberangkatan dari Tugu Pahlawan, Jalan Pahlawan, dan berakhir di kawasan Balai Pemuda atau Alun-Alun Surabaya, Jalan Gubernur Suryo. Masyarakat akan disuguhi berbagai adegan yang menggambarkan perjalanan sejarah perjuangan, mulai dari perlawanan terhadap ultimatum Sekutu hingga Pertempuran 10 November 1945.
Salah satu kisah yang diangkat adalah perjuangan Soegiarto, pemain Persebaya yang meninggalkan lapangan hijau untuk turut mempertahankan kemerdekaan. Pasalnya, tema “Suroboyo Wani” memiliki makna yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Keberanian arek-arek Suroboyo tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan mengangkat senjata, tetapi juga dapat diteruskan lewat pendidikan, kreativitas, prestasi, budaya, olahraga, dan kepedulian terhadap sesama.
Baca juga: Operasikan 18 Mikrobus Baru, Pemkot Surabaya Perbarui Feeder WiraWiri Rute Joyoboyo-Lakarsantri
“Semangat wani harus terus hidup dalam diri arek-arek Suroboyo. Kalau dahulu para pejuang berani mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan, sekarang kita bisa meneruskannya dengan berani belajar, berkarya, berprestasi, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi positif bagi kota,” katanya. sb-06/dsy
Editor : Redaksi