Presiden Bentuk Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gambar visual by SP
Gambar visual by SP

i

Atasi Krisis Ekonomi saat Pandemi Covid-19 

 SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Jokowi, tampaknya mulai bimbang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Pada saat pandemo covid-19, mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP). Peraturan ini membentuk Satgas Pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tengah pandemi virus corona (covid-19). Ada apa, presiden tidak mengoptimalkan tugas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Pejabat yang ditunjuk Presiden Joko Widodo  adalah Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Budi Gunadi Sadikin. Budi diberikan tugas untuk mengawal perkembangan perekonomian nasional dan percepatan penanganan pandemi virus corona dan pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Menteri BUMN Erick Thohir, atasan Budi menegaskan, pihaknya Akan Kerja Mati-matian. Tetapi tidak dijelaskan maksud mati-matiannya. ‘’Sebagai pimpinan tim satgas pemulihan ekonomi nasional dan penanganan Covid-19. Saya akan berusaha kerja maksimal bersama Pak Budi dan Pak Doni,’’ jelas Erick di kantornya, Senin kemarin.

 Pantau Situasi Ekonomi
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Presiden Jokowi telah meneken peraturan pemerintah ini.

‘’Satgas ini komite untuk mengendalikan perkembangan virus corona dan pemulihan ekonomi. Sementara Satgas penanganan virus corona tetap ditangani oleh PakDoni Monardo," kata Airlangga dalam video conference, Senin (20/7).
Dalam PP, satgas pemulihan ekonomi nasional ditugaskan juga memantau situasi ekonomi secara keseluruhan dan program ekonomi untuk jangka panjang. Sementara Satgas penanganan virus corona memiliki tugas untuk melihat perkembangan penularan virus corona, ketersediaan alat tes virus corona dan perkembangan vaksin.

 Mulai Pulih  
Di tempat terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, saat ini perekonomian nasional mulai pulih. Sri Mulyani menunjuk indikasi pemulihan ekonomi . Antara lain tingkat pertumbuhan industri di sektor makanan dan minuman. Pada Mei terlihat kurva pertumbuhan turun ke level -50%. Tapi ada bulan Juni kurvanya sudah menunjukkan pergerakan yang positif di level 10%.
"Industri makanan minum cukup solid. Mei terpuruk dan Juni sudah kembali," kata dia dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (20/7/2020).
Padahal pada bulai Mei, kata Menkeu sektor ini mengalami penurunan sekitar level -40%, pada bulan Juni angka penurunannya sudah mendekati 0%.
Indikator lain terjadinya pergerakan laju pertumbuhan industri sektor perdagangan besar.
"Perdagangan besar ada turn around (pemulihan) solid. Dari Mei negatif di atas 30, sekarang sudah single digit," tandas Sri Mulyani.

Pelonggaran PSBB

Bahkan tambah Menteri Keuangan,  pada bulan Juni 2020 lalu, ekonomi Indonesia mulai menunjukkan tren yang positif . Indikatornya sejumlah kegiatan ekonomi mulai mengalami kenaikan. "Ekonomi bulan Juni ada pembalikan kemudian berpacu meningkatkan sentimen dan tren positif. PMI Manufacturing, pajak, ekspor impor penerapan belanja modal ada tanda tanda turn around arah perubahan positif," tambah Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani , tren positif itu dikarenakan adanya pelonggaran kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kondisi ini juga dirasakan oleh negara lain yang melakukan pelonggaran pembatasan sosial.
"Fiskal, pada bulan April-Mei melambat, namun sekarang perdagangan dan aktivitas ekonomi membaik. Adanya pelonggaran PSBB di berbagai negara pemulihan ekonomi di RRT masuk zona positif," jelasnya.

Demikian juga sektor riil seperti konstruksi juga  mulai menggeliat. Selain itu, cadang devisa juga mengalami peningkatan. Ini karena penerbitan surat berharga negara (SBN) valuta asing. Lebih lanjut nilai ekspor ke China juga mulai tumbuh.

"Ekspor kita Juni positif, terutama ekspor ke China yang mulai tumbuh. Yield SBN turun dan kepemilikan asing relatif rendah, likuiditas bank cukup dan terkendali dan rendah. Kuartal II ada pemburukan karena dibanding kuartal I kita akan masuk zona negatif. Tapi ada harapan pada Juni mulai terjadi arah pembalikan ekonomi kita yang relatif positif dan ada harapan pemulihan ini," jelasnya.

 Jokowi Dikritik Ekonom Surabaya

Terpisah, dengan ditunjuknya Menteri BUMN sebagai Ketua Satgas Penmulihan perekonomian nasional, dikritik dua ekonom senior asal Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Prof Tjiptohadi Sawarjuwono menilai, penunjukkan Menteri BUMN untuk pemulihan perekonomian nasional tidak tepat. "Seharusnya yang sesuai dengan bidangnya (Menko Perekeonomian). Tapi ya misalnya yang terpilih beliau, saya memprediksi dalam penanganannya akan out of the box. Nah itu mungkin yang ada di benak pak Jokowi," ujar Tjiptohadi kepada Surabaya Pagi, Senin (20/7/2020).

Senada dengan Tjiptohadi, pengamat ekonomi Tjuk Sukiadi juga merasa penunjukan Erick Tohir ini dirasa kurang tepat karena yang dihadapi sekarang adalah makro ekonomi, sedangkan apa yang ada di BUMN masih masuk kedalam mikro ekonomi.

"Menurut saya sih kurang cocok, dan saya rasa sulit untuk berjalan efektif nantinya. Karena ini adalah masalah makro ekonomi, yaitu ekonomi di satu negara. Sedangkan apa yang ada BUMN kan masih termasuk mikro ekonomi," ujar Tjuk Sukiadi.

Dirinya juga menyarankan jika pemerintah ingin memanfaatkan momentum di kuartal III-2020 ini, harusnya mempunyai langkah yang lebih efektif dan tidak terkesan mubazir dalam memulihkan perekonomian nasional.

"Sebenarnya bisa memanfaatkan koordinasi dari menko perekonomian serta menko kemaritiman dan investasi. Jika kedua menko tersebut bekerjasama untuk memulihkan ekonomi mungkin lebih efektif dan tidak perlu membuat satgas lagi agar tidak mubazir juga," jelasnya. jk/erk/adt/rmc

Berita Terbaru

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…