Berdayakan Sektor Pangan Lain, Khofifah Usul Diversifikasi Pangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jawa Timur, Khofifah saat panen raya
Gubernur Jawa Timur, Khofifah saat panen raya

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Guna membantu pemerintah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat kepada beras. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengusulkan agar dilakukan diversifikasi pangan nonberas dalam program bantuan pangan yang dianggarkan pemerintah pusat setiap tahun.

"Mungkin ini bisa dikoordinasikan dengan Menteri Sosial, formatkan ini (diversifikasi) dalam program BPNT (bantuan pangan non tunai). Jadi, dalam BPNT bisa ada varian komoditas," kata Khofifah dalam Pencanangan Gerakan Diversifikasi Ekspose UMKM Pangan Lokal dan Buah Nusantara bersama Kementerian Pertanian secara virtual, Rabu (19/8).

Ia mengatakan, di Jawa Timur, makanan lokal sumber karbohidrat selain beras adalah jagung. Hanya saja, pemerintah menghadapi tantangan pola pikir masyarakat yang masih menganggap komoditas beras sebagai simbol suatu keluarga sejahtera. Karena itu, perlu ada optimalisasi untuk memahamkan masyarakat soal alternatif pangan selain beras.

"Misal belum makan beras, kok standar kesejahteraan seperti belum tercapai. Ini tantangannya, meskipun sekarang sudah banyak yang paham seperti pengidap diabetes agar tidak mengkonsumsi karbohidrat dari beras," ujar Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah memaparkan, sektor pertanian di Jawa Timur sejauh ini belum terdampak Covid-19. Bahkan, pada kuartal II 2020, nilai tukar petani (NTP) secara umum naik 0,22 persen. Pemerintah Jawa Timur saat ini juga terus mendorong agar petani bisa memproses komoditas pertanian hingga di hilir.

"Ada penguatan petik, olah, kemas, jual, itu yang terus kami dorong di Jawa Timur agar ada akses pasar yang bisa dimaksimalkan hingga ke luar Jawa,"

Sebagai informasi, Diversifikasi pangan adalah program yang dimaksudkan agar masyarakat tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok saja dan terdorong untuk juga mengonsumsi bahan pangan lainnya sebagai pengganti makanan pokok yang selama ini dikonsumsinya. 

Tag :

Berita Terbaru

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - AK 69 penjual Sate di warungnya, berteriak kesakitan karena terkena tusukan Sajam pada leher kiri dan kepalanya, teriak an Kakek di…

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pameran pernikahan terbesar dan terlengkap, yang dititel Serba-Serbi Manten Expo Nusantara 2026, sangat memukau dan menyita p…

Dewi Pertiwi Jatim Bergerak Lawan Stunting, Bantu Balita di Lakarsantri

Dewi Pertiwi Jatim Bergerak Lawan Stunting, Bantu Balita di Lakarsantri

Rabu, 07 Okt 2026 17:29 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kepedulian terhadap tumbuh kembang anak terus didorong oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Dewi Pertiwi Jawa Timur. Organisasi t…

Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Lingkungan, Ketua Komisi A Dorong Pengembangan Urban Farming

Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Lingkungan, Ketua Komisi A Dorong Pengembangan Urban Farming

Rabu, 07 Okt 2026 17:26 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis lingkungan di Kota pahlawan. Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko…

Dugaan Korupsi Pengadaan Meter Air Tirta Pakuan Mencuat, Kejati Jabar Teruskan Laporan ke Polda

Dugaan Korupsi Pengadaan Meter Air Tirta Pakuan Mencuat, Kejati Jabar Teruskan Laporan ke Polda

Rabu, 07 Okt 2026 14:55 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:55 WIB

SURABAYA PAGI, Bandung- Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan meter air di Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor tahun anggaran 2023 kembali mencuat. Tim…

Angka Cerai Gugat di Magetan Tinggi, Alasan Dominan Efek 'In This Economy'

Angka Cerai Gugat di Magetan Tinggi, Alasan Dominan Efek 'In This Economy'

Rabu, 07 Okt 2026 14:36 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pengadilan Agama (PA) Magetan mencatat hingga September 2026, jumlah perkara yang diajukan perempuan untuk mengakhiri perkawinan di…