Jatim Sumbang Terbanyak Dokter Gugur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Makam untuk pasien covid di TPU Keputih, Surabaya. SP/Arlana
Makam untuk pasien covid di TPU Keputih, Surabaya. SP/Arlana

i

 

Tercatat 29 Dokter di Jatim Meninggal karena Covid-19. Seluruh Indonesia Ada 115 Dokter Umum, Dokter Spesialis hingga Beberapa Guru Besar Kedokteran, Gugur

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan data terbaru dokter yang meninggal karena terpapar Covid-19 hingga Minggu (13/9/2020). Setidaknya total 115 dokter di seluruh Indonesia yang meninggal dunia karena Covid-19. Sementara, Jawa Timur sendiri menjadi yang terbanyak, yakni 29 dokter yang meninggal dunia.

Jumlah tersebut terbagi mulai dari dokter umum, dokter spesialis hingga beberapa guru besar dokter yang ikut menangani pasien Covid-19.

"Bila ditotal 115. Paling banyak di Jawa Timur, data terakhir 29 dokter, nomor duanya Sumatera Utara sekitar 21, baru DKI Jakarta, 15 dan daerah yang lain-lain. Yang menjadi perhatian bagi kita karena dari semua itu lebih dari 50% sekitar data yang kita dapatkan 55 orang adalah dokter umum sisanya spesialis," kata Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi, dalam rilisnya Minggu (13/9/2020).

Bahkan, dalam 24 jam terakhir, ada empat dokter yang meninggal dunia. “Dalam waktu 24 jam kita kehilangan empat dokter meninggal COVID-19: Kol CKM(prn) Dr H Syahruddin Sp THT-KL, Dr. Ananto Prasetya Hadi, MKM, Dr. Oki Alfian bin H. Alamsyah, Dr. Sutrisno. Sungguh kehilangan besar bagi bangsa Indonesia," tambahnya.

Namun, data dari IDI justru berbeda dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI seperti yang dimiliki Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP Rahmad Handoyo. Rahmad menyebut bahwa data yang dimilikinya, hanya 32 dokter yang meninggal dunia.

 

Perbedaan Persepsi Pencatatan

Perbedaan data tenaga kesehatan yang meninggal di Jawa Timur antara pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pihak Ikatan Dokter Indonesia pun mendapat sorotan. Namun, tak dipungkiri, tim tracing Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Timur, membenarkan bahwa data yang dari IDI, bahwa sudah ada 29 dokter yang meninggal dunia.

Hal ini diungkapkan, dr. Makhyan Jibril Al Farabi, Anggota tim tracing Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Timur.  "Pada dasarnya kita harus benar-benar menghormati para tenaga kesehatan, dan angka dokter meninggal diumumkan oleh IDI juga benar. Artinya jangan sampai kita mengabaikan perjuangan mereka yang sudah sangat luar biasa di era pandemi ini. Namun tidak dapat dipungkiri, masih bisa terjadi perbedaan persepsi dari segi pencatatan," ujarnya kepada Surabaya Pagi, Minggu (13/9/2020).

Jibril menjelaskan bagaimana perbedaan data tersebut muncul disebabkan karena adanya perbedaan persepsi dalam pencatatan dari pihak IDI dan Kemenkes. "Perbedaan ini sebenarnya sederhananya disebabkan karena perbedaan persepsi dalam pencatatan saja, IDI mencatat semua dokter yang meninggal akibat infeksi COVID-19 maupun kasus probable (yang kemungkinan Covid-19-nya tinggi). Sedangkan dari Kemenkes yang tercatat adalah dokter yang meninggal dan sudah masuk SK (Surat keputusan) dari institusi ya sebagai bukti mereka merawat COVID-19 langsung," jelasnya

 

Potensi Pasien Tanpa Gejala

Namun dr. Jibril juga menjelaskan jika saat ini meski dokter tidak merawat langsung Covid-19 memiliki resiko terpapar yang sama tingginya dengan dokter yang merawat langsung. Hal ini dikarenakan ada potensi pasien-pasien tanpa gejala yang minta diperiksa di tempat praktek masing-masing.

Saat ditanya mengenai apakah pihak IDI juga melakukan tracing terhadap seluruh anggotanya, anggota tim tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim ini mengatakan IDI juga melakukan verifikasi ke semua cabangnya yang tersebar di Indonesia sehingga data lebih lengkap dan mendetail.

 

Cari Solusi Terbaik

Maka dari itu, dr. Jibril berharap IDI dan Kemenkes duduk bersama untuk mengatasi permasalahan serupa. Karena menurutnya, keselamatan dokter dan tenaga kesehatan lainnya lebih penting daripada memperdepatkan masalah perbedaan data.

"Idealnya IDI dan Kemenkes bisa duduk bersama dalam mengatasi masalah seperti ini, ini sudah bukan saatnya lagi memperdebatkan masalah data. Pada prinsipnya data bukanlah alat untuk berdebat, melainkan alat untuk mengambil kebijakan yang tepat dan berbasis kaidah ilmiah yang baik," ungkapnya.

Dengan ini dirinya berharap untuk IDI bersama Kemenkes bisa merumuskan solusi terbaik, khususnya kepada dokter yang beresiko tinggi meski tidak merawat COVID-19 langsung. "Harapannya IDI dan Kemenkes bisa bersama fokus bareng menemukan solusi terbaik untuk mitigasi kematian dokter di era pandemi ini. Karena dokter adalah investasi yang sangat berharga, untuk menghasilkan satu dokter butuh 7 tahun, apalagi dokter dan guru besar bisa 30 tahun," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur dr. Ahmad Chusnu Romdhoni belum mau memberikan keterangan mengenai perbedaan data tersebut dan menginstruksikan Surabaya Pagi untuk menghubungi Ketua IDI Jatim. "Kalau masalah yang kemarin itu coba langsung ke Ketua IDI Jatim dr. Sutrisno ya," ujarnya di hari yang sama.

Namun, Ketua IDI Jatim, dr. Sutrisno belum merespon Surabaya Pagi untuk mengkonfirmasi hal ini hingga pukul 21:00 WIB malam tadi. adt/cr3/rmc

Berita Terbaru

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim

Sabtu, 10 Okt 2026 15:42 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 15:42 WIB

SurabayaPagi, Balikpapan — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka Kantor Cabang Balikpapan pada Jumat (9/10/2026).  Peresmian in…

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pertarungan sengit Derby Jawa Timur bakal tersaji di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/10/2026) sore. Tuan rumah Persela L…

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro berhasil melampaui target pengadaan beras tahun 2026, dengan realisasi mencapai 84.986 ton…

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, menekankan pentingnya penertiban pertambangan bermasalah…

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi aman untuk menyambut puncak musim tanam periode Oktober 2026 h…

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

SurabayaPagi .com : Ada cerita dari layar lebar yang kini bisa ikut dirasakan lewat meja makan. The People’s Cafe (TPC), bagian dari ISMAYA Group, b…