Ahok, Celometan Soal Pertamina, Dikritik Sana-sini

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Orang jawa bilang celotehan itu dinamain clometan. Nah, aib Pertamina dibuka ke publik oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, diduga Ahok tak mendapat dukungan dari Dewan Komisaris. Clometan Ahok, tentang Pertamina mulai urusan utang, gaji direksi sampai urusan direksi lobi ke Manteri. Clometan Ahok yang sempat mencuri perhatian publik, dikritik pengamat ekonomi, politisi dan wakil rakyat. Mengingat kapasitas Ahok di Pertamina adalah komisaris utama Pertamina.

Clometan Ahok ini oleh Direktur Eksekutif CERI Yusri Usman, bisa berkembang lebih besar. Yusri menduga kebobrokan yang diungkap oleh Ahok saat ini hanya sebagian.

"Boleh dikatakan semua kebobrokan yang diungkap Ahok itu hanya masih sebagian saja yang terungkap, nanti dalam proses waktu berjalan akan terungkap semuanya, itulah fakta yang tak terbantahkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu kemarin (16/9)

 

Dewan Komisaris tak Kompak

Yusri juga mengatakan, kemungkinan rekomendasi tak bisa keluar karena dewan komisaris tidak kompak atau banyak yang tidak satu visi dengan Ahok. Sehinggga, hal itu terpaksa diungkap ke publik via Youtube.

Yusri menyayangkan Ahok sebagai komisaris tidak mengambil langkah tegas yakni menonaktifkan direksi yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GGG).

"Padahal sesuai UU nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Pasal 31 UU BUMN nomor 19 tahun 2003 tentang tugas seorang komisaris BUMN yakni mengawasi dan menasehati direksi, serta tugas dan wewenangnya komisaris lebih lengkap dan detail diatur pada Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran BUMN sangat bisa melakukan tindakan semua itu," katanya.

"Atau paling tidak dia bisa membuat rekomendasi dari dewan komisaris ditujukan kepada menteri BUMN untuk mengganti jajaran direksi dan komisaris di holding dan sub holding serta di cucu dan cicitnya yang telah terlanjur menempatkan orang yang tidak mempunyai kompetensi dan integritas serta tidak kredibel," terangnya.

 

Ahok Kesan Nambah Utang

Utang PT Pertamina (Persero) juga jadi sorotan publik karena disinggung oleh Komisaris Utama Ahok. Bahkan, Ahok sempat mengungkapkan kekesalannya karena perusahaan minyak nasional itu terus menambah utang.

Dalam sebuah unggahan video di akun Youtube POIN, Ahok menyebut utang BUMN itu mencapai US$16 miliar atau setara Rp237,6 triliun (kurs Rp14.850 per dolar AS). Namun, Pertamina, kata Ahok, masih terus berpikir untuk menambah utang.

"Udah utang US$16 miliar. Tiap kali otaknya minjem duit. Saya kesel nih," ungkap mantan gubernur DKI Jakarta itu.

 

Aib Perusahaan

Sementara itu Pengamat energi sekaligus Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa, melihat ada unsur kesengajaan dari aksi bongkar aib Pertamina yang dilakukan Ahok. Sebab, ia meyakini 'blak-blakan' sosok Ahok, pasti ia sadar bahwa aib perusahaan tidak boleh dibongkar ke publik kecuali memang sengaja.

Apalagi, Ahok duduk di kursi komisaris yang notabene melakukan pengawasan dan memberi arahan secara internal ke direksi. Artinya, ada unsur kesengajaan agar hal-hal yang tidak dikehendakinya ini diketahui oleh publik dan turut diamini.

"Saya tidak tahu motivasi Ahok apa, tapi dari awal kan memang dia selalu bilang dia diperintahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk benahi Pertamina, mungkin cara yang seperti ini yang mau dia pakai. Selain itu mungkin ini sudah titik kulminasi, sehingga meledak lah," ujar Fabby wartawan, Rabu (16/9).

Persoalannya, kenapa harus diumbar ke publik? Menurut Fabby, hal ini tentu akan menimbulkan pertanyaan di publik, apalagi hal-hal yang disinggung Ahok merupakan aib, bukan sebuah prestasi.

Fabby menduga Ahok sengaja membuka ke publik karena tidak mendapat dukungan di internal Pertamina. Hal ini, katanya, dikuatkan dengan pernyataan Ahok yang menyatakan tidak tahu menahu soal ganti direksi Pertamina pada beberapa waktu lalu.

Begitu juga dengan celetukan soal direksi yang suka melobi menteri. Artinya, kata Fabby, ada sinyal bahwa Ahok tidak sepenuhnya punya wewenang komisaris di internal perusahaan.

Arti lain, ada kekuatan yang jauh lebih besar di luar jabatannya yang bisa mengontrol Pertamina. Fabby menduga hal ini karena seharusnya hasil pengawasan di internal perusahaan disampaikan langsung oleh Ahok ke Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakil Menteri BUMN yang juga merangkap sebagai Wakil Komisaris Pertamina Budi Gunadi Sadikin.

Lebih jauh lagi, Ahok seharusnya bisa 'curhat' alias mencurahkan isi hatinya ke Presiden Jokowi, namun hal ini tidak dilakukan.

 

Pencitraan Pribadi Ahok

Sedang aggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron, mengingatkan Basuki Tjahaja Purnama agar tidak memanfaatkan jabatan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) untuk pencitraan pribadi.

Menurutnya, Ahok seharusnya melakukan pembinaan dan pembenahan di internal Pertamina.

Pernyataan ini disampaikan Herman merespons Ahok yang secara mengejutkan bicara lantang dan membuka berbagai aib Pertamina. Mulai dari pengelolaan utang. Ia kesal karena Pertamina terlalu mudah menarik utang, padahal sudah memiliki beban utang yang tinggi.

"Sebagai Komisaris Utama (Komut) semestinya Ahok tidak membuat pencitraan di ruang publik, bahkan tembak Kementerian BUMN. Silakan gunakan kewenangan yang saudara miliki di internal," kata Herman kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Herman mengaku khawatir, langkah Ahok yang membongkar aib Pertamina ke publik merupakan bentuk pencitraan Ahok untuk menutupi kegagalan mencegah kerugian yang dialami Pertamina.

 

Ahok tak Mampu Awasi

Terpisah, anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Subardi menilai langkah Ahok membongkar aib itu membuktikan bahwa Ahok sebagai Komut Pertamina tidak mampu mengawasi kinerja Pertamina.

"Pernyataan yang disampaikan Ahok seperti menceritakan cacatnya sendiri. Jangan karena ketidakmampuannya (mengawasi Pertamina), Ahok lantas teriak-teriak di media," tegas Subardi.

Sebagai Anggota Komisi VI yang bermitra dengan BUMN, Iapun mengaku menyayangkan sikap Ahok tersebut dan khawatir performa Pertamina akan semakin buruk karena manajemen yang gaduh. n erc/jk

Berita Terbaru

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan pengawasan dan monitoring e…

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menggeledah Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional …

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sekitar 15 calon pedagang mendatangi kantor Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, Kamis (24/9). Mereka ingin menyewa kios atau los…

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Sebanyak 2.500 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 untuk m…

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aset milik Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Dalam pemeriksaan ter…

Evaluasi Satgas MBG Ponorogo, IPAL dan SDM Jadi Catatan

Evaluasi Satgas MBG Ponorogo, IPAL dan SDM Jadi Catatan

Kamis, 24 Sep 2026 15:43 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, memimpin langsung rapat evaluasi penting terkait percepatan pembangunan dapur…