Polri Tetap Solid, Meski Komjen Listyo, Lompati 4 Angkatan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Komjen Listyo Sigit Prabowo
Komjen Listyo Sigit Prabowo

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto, menyatakan atas dipilihnya Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, sebagai calon Kapolri oleh Presiden Joko Widodo, internal Polri tetap solid. Komjen Listyo jadi calon kapolri juga melangkahi empat angkatan.

"Kita internal solid. Kabareskrim adalah salah satu yang diajukan rekomendasi oleh Kompolnas. Dan sudah dipilih, diajukan oleh Bapak Presiden sebagai calon Kapolri," tegas Komjen Agus, Kamis (14/1/2021). Komjen Agus menilai Presiden Jokowi memilih calon Kapolri yang tepat. "Sudah tepatlah," sambung Komjen Agus.

 

Soliditas harus Dijaga

Komjen Agus menjelaskan Polri merupakan institusi penegak hukum yang besar. Untuk itu, soliditas harus senantiasa dijaga. Dia juga menyampaikan soal jabatan adalah sebuah amanah. "Institusi ini besar, harus dijaga soliditasnya. Jabatan itu amanah," kata Komjen Agus.

Menurut Komjen Agus, seluruh anggota Polri merupakan mitra kerja. Seorang prajurit Bhayangkara, tegas Agus, tak dapat bekerja seorang diri. "Kita semua mitra. Nggak ada yang kerja sendiri. Semua harus jadi mitra," ungkap Komjen Agus.

Rencananya Komjen Sigit akan menjalani fit and proper test calon Kapolri di DPR, Senin pekan depan. Istana berharap DPR bisa memproses secara cepat jenderal calon pengganti Jenderal Idham Azis, yang akan pensiun pada akhir Januari 2021 nanti.

Komjen Listyo Sigit merupakan lulusan Akpol '91. Jika ia menjadi Kapolri, Listyo Sigit akan melompati empat angkatan di atasnya.

Pasalnya kini, masih ada empat seniornya yang masih aktif berdinas baik di internal dan luar Polri. Di antaranya yakni Akpol 87, 88, 89, dan 90. Angkatan tertua adalah sosok Komjen Pol Arief Sulistyanto. Akpol 87 ini juga masuk dalam bursa calon Kapolri yang diajukan Kompolnas kepada Jokowi.

 

Kuatnya Pengaruh Jokowi

Secara politik penunjukan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri mengindikasikan makin kuatnya pengaruh Presiden Joko Widodo.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengamati, penunjukan mantan ajudan Presiden Jokowi selama 2014-2016 itu merupakan bukti keberanian orang nomor satu Indonesia itu menghilangkan kontestasi dalam seleksi Kapolri.

Bahkan, Dedi menganalisa Jokowi ingin memastikan tidak ada kepentingan selain dirinya sendiri. "Usulan calon Kapolri tunggal indikasikan kuatnya pengaruh Jokowi, keberanian menghilangkan kontestasi dalam seleksi Kapolri penanda kuat jika Presiden ingin memastikan tidak ada kepentingan lain selain dirinya sendiri," demikian analisa Dedi Rabu (13/1).

Dedi mengamati, keberanian Jokowi menunjuk mantan Kapolres Solo itu akan membuat Sigit sebagai Pemimpin Korps Bhayangkara memiliki loyalitas lebih pada Jokowi secara personal.

Artinya, kadar loyalitas Kapolri baru lebih dominan pada individu ketimbang institusional.

"Secara psikologi akan membuat Kapolri baru jauh lebih loyal pada Presiden secara personal, dibanding pada presiden secara institusional," demikian catatan Dedi.

Jauh-jauh hari penunjukan Sigit sebagai Kapolri sudah diduga oleh berbagai kalangan.

Faktor kedekatan yang terbangun sejak Jokowi menjadi Walikota dan pernah menjadi Ajudan saat Jokowi menjadi Presiden di awal periode membuat banyak kalangan meyakini pilihan akan jatuh pada Sigit.

 

Resistensi dari Senior

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dipastikan akan memiliki pekerjaan rumah (PR) yang besar yaitu masalah eksternal dan tantangan konsolidasi internal.

Demikian digambarkan oleh Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto . Ia menilai Komjen Listyo Sigit Prabowo akan dihadapkan dengan resistensi jenderal-jenderal yang lebih senior saat memimpin orang nomor satu Korps Bhayangkara. "Tantangan bagi pak Listyo.

Pertama adalah konsolidasi internal, apakah pak Listyo bisa mengendalikan resistensi para senior yang dilompati dan bisa mengakomodasi berbagai kepentingan di internal Polri.

Atau bahkan akan membuat faksi-faksi atau gerbong baru yang bukan didasari visi dan grand strategy organisasi ?" kata Bambang saat dikonfirmasi, Kamis (14/1/2021).

Menurutnya, visi dan grand strategi Pori dinilai penting bagi Listyo untuk membangun Polri lebih baik lagi ke depannya. "Visi dan grand strategy Polri sebagai organisasi ini penting untuk membuat pijakan pembangunan Polri di masa depan.

Tanpa ada visi yang jelas, akibatnya adalah Polri akan mudah ditarik-tarik dalam pragmatisme politik," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia, Listyo juga memiliki tantangan godaan menarik institusi Kepolisian menuju kepentingan politik. Dia bilang, Listyo harus bepijak kepada tugas pokok dan fungsi Polri. "Apakah pak Listyo bisa menahan diri dengan godaan-godaan politik untuk menarik polisi pada kepentingan-kepentignan politik sesaat atau kembali fokus pada Tupoksinya ?" jelasnya.

"Wujudnya adalah apakah bisa menarik pati-pati Polri yang bertugas di non kepolisian atau malah semakin mendorong perwira-perwira polisi berkiprah di luar organisasi Polri ?" Katanya bernada tanya. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Empat suporter PSS Sleman tewas setelah minibus yang mereka tumpangi menabrak truk tronton di KM 616+200 jalur A Tol Nga…

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar — Kabupaten Ponorogo membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperkuat jejaring kota kreatif. Upaya ini …

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Kuasa hukum Agus, H. Muhammad Siddik meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri,…

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menyiapkan program pemberdayaan bagi warga binaan yang telah dinyatakan sembuh. Fasilitas Liponsos Sidoarjo bakal…

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan k…

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green A…