Firli, Ketua KPK tak Grogi Dicaci

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua KPK Firli Bahuri
Ketua KPK Firli Bahuri

i

 

Sebut Penyidik AKP SRP Bermain Sendiri dalam dugaan Suap

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Tampaknya “serangan” terhadap kepemimpinan KPK Firli Bahuri, tidak datang dari mantan Ketua KPK sebelum sebelumnya. Juga LSM ICW dan MAKI. Serta sejumlah akademisi. Firli, mantan Kapolda Sumatera Selatan, tak gentar cacian sampai borok lembaga antisuah.

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto menilai penyidik oknum KPK dari Polri Stepanus Robin Patuju (SRP) tidak bekerja sendiri.

"Benar, Robin tak sendiri, ada Badman bukan Batman," demikian pernyataan Bambang dikutip dari Twitter-nya, Minggu (25/4/2021).

BW menduga tokoh yang membantu Robin ini berasal dari kalangan pejabat penting.

Lebih spesifik lagi, BW menyebut 'Badman' ini datang dari kalangan parlemen. "Pimpinan DPR pula," katanya.

 

Janji Tuntaskan

Tapi pimpinan KPK memastikan akan mengusut tuntas dugaan keterlibatan wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara Walikota Tanjungbalai tahun 2020-2021.

"Ini akan dan terus digali, ini tidak berhenti sampai di sini. Nanti kita akan terus melakukan upaya-upaya untuk ungkap seterang-terangnya perkara dan apa yang dilakukan saudara AZ (Azis Syamsuddin) sebagai Wakil Ketua DPR RI," janji Ketua KPK Firli Bahuri, saat jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (24/4).

Firli juga memastikan bahwa kerja-kerja pemberantasan korupsi akan dilakukan KPK dengan baik sebagaimana mandat yang diberikan kepada lembaga antirasuah untuk melakukan pemberantasan korupsi. Termasuk dalam mengusut dugaan keterlibatan Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar itu.

Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan lembaga yang dipimpinnya akan selalu terbuka terhadap borok sendiri meski dengan konsekuensi dicaci.

“Kami pastikan kepada seluruh rakyat Indonesia kami akan tuntaskan setuntas-tuntasnya,” ucap Firli Bahuri.

 

Tak akan Berhenti Ungkap

"KPK tidak akan berhenti mengungkap. Apa yang terjadi, siapa yang melakukan, perbuatan tersebut merupakan perbuatan melawan hukum dan ada ketentuan pidana," kata jenderal polisi bintang tiga ini.

"Nanti setelah itu kita lihat perbuatannya apa, keterangan saksi gimana, bukti lain apa, petunjuk apa, dokumen apa. Karena unsur pemidanaan harus dipenuhi, kami bicara tentang bukti," imbuh dia.

"Kenapa? karena di dalam KUHAP disebutkan bahwa TSK adalah seseorang yang karena perbuatan atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan yang cukup patut diduga sebagai pelaku tindak pidana. Kita akan lihat dari hasil bukti," demikian Firli Bahuri.

Dalam kasus ini, KPK telah menjerat penyidiknya AKP Stepanus Robin Pattuju, pengacara Maskur Husain, dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Robin dan Maskur diduga menerima suap dari Syahrial sebesar Rp 1,3 miliar dari komitmen fee sebesar Rp 1,5 miliar.

 

AKP SRP Bermain Sendirian

Firli Bahuri menyebut tidak ada pegawai maupun penyidik KPK lain yang terseret kasus dugaan suap penghentian perkara korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai.

Firli menegaskan, penyidik asal kepolisian AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP) bermain sendiri dalam perkara ini.

“Sampai hari ini tidak ada keterkaitan insan KPK lain, hanya Stepanus. Kalaupun ada tersangka lain nanti, itu bukan orang KPK,” ujar Firli .

Dalam perkara ini KPK sudah menetapkan Stepanus dan Wali Kota Tanjungbalai, M. Syahrial sebagai tersangka suap. Selain itu, KPK juga menetapkan seorang pengacara atas nama Maskur Husain.

Dalam perkara ini, Stepanus dan Maskur diduga meminta uang Rp1,5 miliar kepada Syahrial agar penyelidikan dugaan kasus korupsi di Pemkot Tanjungbalai disetop.

Firli mengatakan, saat ini KPK masih terus menggali keterangan dari Stepanus ihwal kasus tersebut. Ia memastikan proses penyidikan kasus ini terus berjalan.

“Proses penyidikan tidak berhenti di satu titik. Ini semua dalam rangka kepentingan penyidikan untuk mengungkap satu perkara,” paparnya.

 

Nyalinya Firli Diuji

Dengan mulai terbukanya tabir kasus dugaan pemerasan penyidik KPK ini, BW menanti gebrakan baru dari Firli Bahuri Cs selaku ketua KPK.

Kasus ini bisa menjadi ajang pertaruhan bagi Firli untuk membuktikan seberapa besar nyalinya.

"Berani atau tidak, berani atau tidak," katanya.

Dugaan pemerasan oknum penyidik KPk dipandang BW sebagai tindakan yang keterlaluan. Kasus ini juga menandai awal remuknya KPK dan bukan pelanggaran biasa, melainkan sudah menyentuh ranah integritas.

"Jika ini di Jepang misalnya, sudah pasti Ketua KPK itu mundur," tutur BW.

 

Azis Segera Klarifikasi

Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman dalam keterangan tertulisnya Sabtu (24/4/2021)

mendesak Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin segera menyampaikan klarifikasi soal dugaan keterlibatannya dalam kasus suap yang melibatkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Boyamin Saiman, penjelasan Azis penting dilakukan karena ia merupakan anggota DPR.

"MAKI memohon dan meminta kepada yang terhormat Azis Syamsuddin sebagai pimpinan DPR RI segera memberikan klarifikasi terbuka,"tulis Boyamin.

"Apapun dia adalah wakil rakyat, sehingga wajib memberikan penjelasan kepada rakyatnya dalam bentuk jumpa pers atau melalui media sosial," tutur dia.

Menurut Boyamin jika Aziz tidak segera menyampaikan klarifikasi, justru akan semakin merugikan dirinya sendiri.

Sebab, lanjut Boyamin, masyarakat jadi menduga terkait keterlibatannya pada dugaan tindak suap yang sedang diusut KPK.

"Dengan belum adanya klarifikasi dari Azis Syamsuddin justru akan merugikan dirinya karena masyarakat dapat dipastikan akan memaknai hal-hal yang buruk berdasar dugaan keadaan yang disembunyikan," ungkap Boyamin.

Boyamin kemudian menuturkan jika tidak ada yang ditutupi terkait kasus itu, Azis semestinya segera memberi keterangan terbuka.

"Kalau tidak ada masalah mestinya buka-bukaan tanpa ada yang ditutupi," kata Boyamin.

Azis Syamsuddin diduga terlibat dalam kasus dugaan suap yang melibatkan penyidik KPK Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, M Syahrial. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Ratusan Guru di Glagah Gelar Aksi Damai, Minta Oknum TNI Pelaku Penganiayaan Kepsek MI Diadili 

Ratusan Guru di Glagah Gelar Aksi Damai, Minta Oknum TNI Pelaku Penganiayaan Kepsek MI Diadili 

Rabu, 21 Okt 2026 20:32 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan, - Ratusan guru dari berbagai lembaga pendidikan di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggelar aksi damai di…

Membanggakan, Moh. Gozi Hafifillah Raih Predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ekonomi dan bisnis UNIJA Sumenep

Membanggakan, Moh. Gozi Hafifillah Raih Predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ekonomi dan bisnis UNIJA Sumenep

Rabu, 21 Okt 2026 19:00 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 19:00 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep – Kebahagiaan menyelimuti keluarga Moh. Gozi Hafifillah, putra daerah asal Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. …

Bank Jatim Dukung Misi Dagang dan Investasi di Banda Aceh, Bawa UMKM Binaan Tembus Pasar Antardaerah

Bank Jatim Dukung Misi Dagang dan Investasi di Banda Aceh, Bawa UMKM Binaan Tembus Pasar Antardaerah

Rabu, 21 Okt 2026 17:21 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 17:21 WIB

SurabayaPagi, Banda Aceh - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui…

Terus Dikawal: Nasib Pelaku Bullying Anak Disabilitas Surabaya, Dibina 6 Bulan di Rumah Perubahan

Terus Dikawal: Nasib Pelaku Bullying Anak Disabilitas Surabaya, Dibina 6 Bulan di Rumah Perubahan

Rabu, 21 Okt 2026 14:59 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelaku anak dalam kasus perundungan (bullying) terhadap anak penyandang disabilitas hingga meninggal dunia di Surabaya, akan…

Jaga Estetika dan Tata Ruang, Pemkot Bongkar 116 Tiang dan 91 Kabel tak Berizin di Surabaya

Jaga Estetika dan Tata Ruang, Pemkot Bongkar 116 Tiang dan 91 Kabel tak Berizin di Surabaya

Rabu, 21 Okt 2026 14:47 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya menjaga estetika, merapikan tata ruang, dan meningkatkan ketertiban pemanfaatan ruang kota, Pemerintah Kota (Pemkot)…

Wali Kota Eri Larang SD-SMP Negeri Surabaya Tarik Iuran Mulai November Mendatang

Wali Kota Eri Larang SD-SMP Negeri Surabaya Tarik Iuran Mulai November Mendatang

Rabu, 21 Okt 2026 14:39 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Mulai November 2026, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melarang seluruh SD dan SMP negeri menarik iuran dalam bentuk apa pun mencakup…