Varian Covid-19 Baru Muncul

Sekolah Tatap Muka Minta Ditunda Lagi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah di Surabaya
Pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah di Surabaya

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Meski pemerintah telah menetapkan akan menerapkan sekolah tatap muka pada awal Juli 2021 mendatang. Namun, beberapa pihak meminta untuk meninjau ulang. Hal ini dikarenakan munculnya varian baru virus Covid-19 dari India yang dinilai cukup masif.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) belum merekomendasikan pembelajaran tatap muka yang dilakukan di sekolah karena meningkatnya penyebaran Covid-19 di Indonesia. Dalam keterangan tertulisnya yang diterima Surabaya Pagi, Rabu (28/4/2021), Ketua Umum PP IDAI Prof Dr dr Aman B Pulungan SpA(K) menyatakan persyaratan untuk dibukanya kembali sekolah adalah terkendalinya transmisi lokal yang ditandai angka positif yang kurang dari lima persen dan menurunnya tingkat kematian.

Jika sekolah tatap muka tetap dimulai, maka pihak penyelenggara harus menyiapkan blended learning, anak dan orang tua diberi kebebasan memilih metode pembelajaran luring atau daring. Anak yang belajar secara luring maupun daring harus memiliki hak dan perlakuan yang sama.

“Mengingat prediksi jangka waktu pandemi Covid-19 yang masih belum ditentukan, maka guru dan sekolah hendaknya mencari inovasi baru dalam proses belajar mengajar, misalnya memanfaatkan belajar di ruang terbuka seperti taman, lapangan atau sekolah di alam terbuka,” kata dia.

Sementara pihak guru dan tenaga kependidikan yang berhubungan dengan anak dan orang tua atau pengasuh harus sudah divaksin. Lalu buat kelompok belajar kecil yang berinteraksi secara terbatas di sekolah, tujuannya jika ada kasus konfirmasi maka penelusuran kontak dapat dilakukan secara efisien.

Jam masuk dan pulang bertahap untuk menghindari penumpukan siswa dan penjagaan gerbang dan pengawasan harus disiplin untuk menghindari kerumunan di gerbang sekolah.

Sekolah perlu membuat pemetaan risiko adakah siswa dengan komorbid, orangtua siswa dengan komorbid, atau tinggal bersama lansia maupun guru dengan komorbid serta kondisi kesehatan atau medis anak.

"Anak dengan komorbiditas atau penyakit kronik sebaiknya tetap belajar secara daring. Idealnya sebelum membuka sekolah, semua anak maupun guru dan petugas sekolah dilakukan pemeriksaan swab, dan secara berkala dilakukan pemeriksaan swab ulangan untuk pemeriksaan protokol kesehatan di sekolah," tegas dr Aman.

Kemudian, tambah Aman, penyediaan fasilitas cuci tangan di lokasi-lokasi strategis (sebelah kelas, sebelah toilet, dan lainnya. Jika ada anak atau guru atau petugas sekolah yang memenuhi kriteria suspek, harus bersedia untuk dilakukan pemeriksaan swab sekolah dan tim UKS sudah menyiapkan alur mitigasi jika ada warga sekolah yang sakit dan sesuai kriteria diagnosis suspek/probabel atau kasus Covid-19 terkonfirmasi.

 

Makin Dilematis

Sedangkan, salah satu pemerhati pendidikan di Surabaya, Isa Anshori menjelaskan, terkait sekolah tatap muka, perlu adanya penegasan terkait kesiapan dimulai. Pasalnya, posisi saat ini, dengan belum melandainya kasus Covid-19, dunia pendidikan menjadi dilematis.

Menurut Isa Anshori, masih ada permasalahan yang muncul akibat perubahan sistem pendidikan saat masa pandemi dirasa cukup riskan dalam merubah perilaku peserta didik.

"Ini merupakan hal yang dilematis tentunya. Sistem daring maupun tatap muka ini bukanlah paksaan. Hanya pilihan ketika kita dihadapkan pada posisi seperti saat ini. Setiap sekolah akan berlakukan pembelajaran tatap muka, maka situasi covid 19 cenderung melandai, sehingga dikuatirkan kalau dilakukan pembelajaran dengan cara tatap muka, sekolah akan menjadi cluster baru," ucap Isa, saat dihubungi Surabaya Pagi, Rabu (28/4/2021).

Meski begitu, tambah Isa, yang harus dipahami bahwa dunia pendidikan kita selama kurang lebih satu tahun mengalami ketidakpastian. Sekolah daring juga banyak mengalami kendala. "Sehingga anak anak tidak mendapatkan pembelajaran yang maksimal, yang dikuatirkan akan berdampak pada perilaku anak anak yang cenderung jauh dari pendidikan. Tentu perilaku seperti ini akan jauh lebih berbahaya didalam kehidupan sosial masyarakat," paparnya.

 

Perlu Ada Skema Baru

Ketika ditanya mengenai sekolah yang kembali akan dimulai awal Juli mendatang, Isa mengatakan, skema baru harus diterapkan jika memang harus ada pembelajaran tatap muka.

"Bagi saya, penegasan pemerintah bahwa bulan Juli merupakan awal dilaksanakan pembelajaran tatap muka setelah mengalami masa pandemi merupakan upaya pemerintah memberi kepastian bahwa anak-anak masih bersekolah dan pendidikan akan segera dilaksanakan dengan cara tatap muka. Sehingga menurut saya kepastian itu harus dianggap sebagai bentuk layanan pendidikan yang baik kepada masyarakat dan ini adalah pilihan yang bisa diambil oleh masyarakat. Skema yang bisa menjadi pilihan ialah membatasi kapastitas kelas dengan 50 persen siswa. Disediakan cuci tangan, masker sesuai protokol kesehatan," papar Isa.

Untuk itu, dia sendiri berharap saat ada yang tatap muka, harus ada pemantauan khusus. Karena selama satu tahun, ada perubahan perilaku siswa.  "Tentu kita mengkhawatirkan perubahan perilaku siswa yang sudah setahun tidak sekolah seperti biasanya. Tidak adanya kegiatan maka mereka pergi ke warung dan ngerokok yang awalnya tidak merokok, banyak ngegame dan lain sebagainya. Ini tentu sangat disayangkan," ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berencana memulai proses belajar tatap muka di sekolah pada Juli 2021. Ia pun telah melakukan uji coba pelaksanaannya beberapa waktu yang lalu.   Mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) itu memastikan, ketika sekolah tatap muka diberlakukan maka dipastikan sudah sesuai dengan standar protokol kesehatan (prokes) Covid-19. ana/fm/rmc/cr2/rc

Berita Terbaru

KPK Kembangkan Kasus Maidi ke TPPU, Menantu hingga Sejumlah Pihak Swasta Diperiksa

KPK Kembangkan Kasus Maidi ke TPPU, Menantu hingga Sejumlah Pihak Swasta Diperiksa

Rabu, 23 Sep 2026 20:15 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 20:15 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kasus dugaan korupsi yang menjerat Walikota Madiun nonaktif, Maidi kini memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi mulai men…

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Menantu Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Suliyati Dwi Safitri, diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar 2…

Patuhi Larangan ODL, Siswa SMPN 2 Tanggulangin Belajar Batik Tulis Khas Sidoarjo

Patuhi Larangan ODL, Siswa SMPN 2 Tanggulangin Belajar Batik Tulis Khas Sidoarjo

Rabu, 23 Sep 2026 16:57 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 16:57 WIB

SURABAYAOAGI.com, Sidoarjo - Pagi itu bak pengerajin batik yang sudah profesional para siswa siswi kelas SMPN 2 Tanggulangin Sidoarjo serempak menggelar…

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui jaminan sosial berupa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, melindungi sebanyak 15.188…

Sekolah Nasional Terintegrasi, Langkah Terencana Akses Pendidikan Berkualitas di Situbondo

Sekolah Nasional Terintegrasi, Langkah Terencana Akses Pendidikan Berkualitas di Situbondo

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas, dan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya menghadirkan…

Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas

Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas

Rabu, 23 Sep 2026 14:48 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna memperkuat iklim investasi sekaligus memastikan modal yang masuk memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian dan…