Sarjana Kesehatan yang Geluti Bisnis Camilan Jamur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Cholis dengan bisnis jamurnya. SP/ SBY
Cholis dengan bisnis jamurnya. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Cholis yang merupakan lulusan sarjana kesehatan lebih memilih langsung berkecimpung ke dunia usaha disbanding bekerja di dunia Kesehatan. Pada tahun 2008 ia pun memulai bisnisnya dari menjual kaos dan berbagai bisnis yang disukainya.

Tak hanya iut, Cholis bahkan juga membanting stir ke bisnis makanan ringan dari jamur. Melalui bendera Mushroom Factory, Cholis bercerita menuturkan sangat menyukai makanan dan ingin mengangkat makanan ringan sehat berkarakter Indonesia.

"Kita ingin membuat kemasan baru tentang makanan tradisional dengan sajian bumbu rempah-rempah Indonesia dikemas dengan secara bagus, dan kita bisa makan dimana saja dan kapan saja," kata Cholis.

Cholis mengaku memilih jamur karena jamur sudah sangat familiar dengan masyarakat Indonesia. Selain itu, ia ingin membantu para petani jamur yang sudah jarang melakukan budidaya jamur.

"Karena unik, kedua karena rasa makanan ini. Kita menyukai makanan ini dan kita ingin memberitahu setiap orang bahwa ini makanan yang asik sekali dan tidak kalah dengan cemilan asing yang sudah banyak beredar," imbuhnya.

Cholis yang merupakan Juara I Wirausaha Mandiri tahun 2010 ini menjelaskan, harga yang ditawarkan untuk produk makanan atau jajanan ringan dari jamur ini relatif berbeda untuk setiap daerah.

"Untuk di wilayah Jawa Timur dijual Rp 10.000 sampai Rp 18.000, kalau Jawa Barat mulai Rp 13.000 sampai 18.000," sebutnya.

Saat ini, Mushroom Factory telah memiliki puluhan kedai atau stand yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Barat, serta Jakarta. Sebagian besar kedai atau stand tersebut dimiliki oleh para mitra. "Kita buat store khusus makanan jamur yang biasa kita ada di pusat perbelanjaan moderen," sanggahnya

Ia juga mengembangkan konsep cafe dan restoran tetapi dengan dominasi makanan dari jamur. "Sekarang model toko model cafe restoran, kita tidak hanya menjual jamur saja tapi kafe dan restoran. Berbagai makanan dan minuman yang berkarakter anak muda," sambungnya. Dsy1

Berita Terbaru

Daging sapi dan Telur Ayam, Naik!

Daging sapi dan Telur Ayam, Naik!

Senin, 21 Sep 2026 08:51 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:51 WIB

SURABAYAPAGI.com - Komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga antara lain beras, cabai, daging sapi dan telur ayam. Berdasarkan Pusat Informasi Harga…

Proyek Pengolahan Sampah Senilai Rp 2,8 T Dimulai

Proyek Pengolahan Sampah Senilai Rp 2,8 T Dimulai

Senin, 21 Sep 2026 08:49 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:49 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Galuga, dengan nilai investasi senilai Rp 2,8 triliun…

6 WNI China Buka Usaha Foto di Tanggerang, Seminggu Cuan Rp 14 Juta

6 WNI China Buka Usaha Foto di Tanggerang, Seminggu Cuan Rp 14 Juta

Senin, 21 Sep 2026 08:47 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:47 WIB

SURABAYAPAGI.com - Enam warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) diketahui membuka usaha fotografi secara ilegal, dideportasi. Total enam warga China…

Proyek IKN Senilai Rp 3,986 Triliun Dikawal Kejagung

Proyek IKN Senilai Rp 3,986 Triliun Dikawal Kejagung

Senin, 21 Sep 2026 08:45 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:45 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) ikut mengawal proyek pembangunan jalan di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk tahun anggaran 2026-2027 senilai Rp…

LEGAL OPINI: MEMBONGKAR KONSTRUKSI FIKTIF AKTA GADAI SAHAM No. 061/2018

LEGAL OPINI: MEMBONGKAR KONSTRUKSI FIKTIF AKTA GADAI SAHAM No. 061/2018

Senin, 21 Sep 2026 08:43 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:43 WIB

Disusun : Dr. TATANG ISTIAWAN WITJAKSONO, S.sos, SH, MM ADVOKAT PERADI NIA: 02.13499 A. KRONOLOGI FAKTA HUKUM (Yang Terjadi di Lapangan) [Induk Akte…

JPU TIDAK BERANI TULIS LOCUS DELICTI di SURAT DAKWAAN, BINGUNGKAH

JPU TIDAK BERANI TULIS LOCUS DELICTI di SURAT DAKWAAN, BINGUNGKAH

Senin, 21 Sep 2026 08:40 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:40 WIB

Pembaca Yth, Eksepsi saya ini mengupas fakta yang ditulis JPU di surat dakwaan. Temuan ini saya laporkan ke Jaksa Agung Muda Bidang Pengawas dan Komisi…