Rektor Untag Tuturkan Semangat Gotong Royong pada Wisudawan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mewisuda 1316 wisudawan, Sabtu (24/9).
Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mewisuda 1316 wisudawan, Sabtu (24/9).

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mewisuda 1316 wisudawan, Sabtu (24/9). Dalam wisuda ke-123 periode II Semester Genap 2020/2021 ini, wisudawan terdiri dari 39 wisudawan Diploma 3, 1145 wisudawan Strata-1, 94 wisudawan Strata-2, 37 wisudawan Strata-3. Prosesi pengukuhan wisuda dipimpin langsung oleh Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA.

Seperti sebelumnya, prosesi wisuda kali ini terlaksana secara hybrid di Gedung Graha Widya lantai 2. Gelaran tersebut dihadiri oleh perwakilan jajaran Rektorat dan Senat dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol Kesehatan.

Sembilan wisudawan terbaik menghadiri prosesi wisuda secara langsung sebagai perwakilan wisudawan virtual. Sementara itu, pada wisudawan yang hadir secara virtual, prosesi simbolis pemindahan tali mortar wisudawan dilakukan oleh orang tua atau wali wisudawan dan dipimpin oleh Rektor.

Pasalnya, wisuda ke-123 Untag Surabaya mengambil tema “Rambate Rata Hayu, Holopis Kuntul Baris”, slogan yang sering disuarakan oleh Bapak Proklamator yakni Ir. Soekarno yang juga sebagai Presiden Pertama Republik Indonesia untuk seruan semangat dan tekad gotong royong. Pada momen wisuda kali ini, Rektor Untag Surabaya menghimbau wisudawan untuk tetap melestarikan budaya gotong royong yang merupakan warisan budaya adiluhung dan salah satu sarana pemersatu bangsa.

“Jangan biarkan semangat gotong royong luntur, tergerus dengan perkembangan jaman. Tumbuhkan semangat gotong royong dalam gaya modern, yaitu kesadaran dan tanggung jawab terhadap kepentingan bersama,” pesan Prof. Nugroho dalam sambutannya. Sikap gotong royong menjadi sikap yang dibutuhkan baik menghadapi pandemi maupun menaklukkan tantangan bangsa di masa yang akan datang.

Terlebih lagi, Prof. Nugroho menyebut bahwa Society 5.0 yang erat kaitannya dengan Internet of Things (IoT) menuntut pemuda untuk bergotong royong atau bersinergi dan berkolaborasi. Adanya kolaborasi antar disiplin ilmu dan lintas industri akan menghasilkan karya yang unik dan inovatif.

“Saatnya menorehkan kontribusi nyata dalam masyarakat. Tetap belajar dan berkarya karena sejatinya keduanya merupakan proses yang tidak pernah berhenti sampai kapanpun,” ujar pria yang akrab disapa Cak Nug itu.

Hal serupa disampaikan pula oleh Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA., selaku Kepala LLDIKTI Wilayah VII. Selepas lulus dari Perguruan Tinggi, kolaborasi menjadi softskill yang penting untuk diasah dan diaplikasikan saat terjun ke masyarakat.

Softskill lainnya seperti kemampuan berpikir kritis, kreatifitas dan komunikasi menjadi hal lain yang harus selalu ditingkatkan. “Anda dilahirkan dari sebuah Perguruan Tinggi yang bagus, mestinya tidak akan mengecewakan kampus saat terjun ke masyarakat,” tegas Prof. Suprapto.

Selanjutnya, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., IPU, Asean Eng, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) juga memberikan wejangan kepada wisudawan. Dirinya menyampaikan, gelar yang diperoleh hari ini sejalan dengan tanggung jawab sebagai para intelektual dan sebagai manusia yang makin produktif. Gelar yang diperoleh bukan akhir dari pembelajaran karena perubahan yang sangat cepat di dunia kerja mengharuskan semua orang menjadi pembelajar sejati.

“Bekal yang Anda peroleh dari Pendidikan di Untag Surabaya merupakan modal yang sangat penting untuk mengembangkan karir. Semangat berkarya dan berkarir,” ungkapnya singkat.

Prosesi Wisuda kali ini, tercatat wisudawan dengan IPK Terbaik. Luksmita Edrikarina dari program studi Diploma 3 Agroindustri dengan IPK 3.91 jenjang Diploma. Nurul Ika Mardyani dari Prodi Administrasi Negara dan Hendry dari Prodi Teknik Sipil sebagai peraih IPK tertinggi 3.95 jenjang sarjana. Sementara untuk Mahasiswa Program Pascasarjana, IPK terbaik 3.97 diraih oleh Adrian Denar Wahyu Nugraha dari program studi Magister Manajemen serta peraih IPK Terbaik 3,96 diraih oleh Sarbini, Doktor Ilmu Hukum. mbi

Berita Terbaru

NUSRON MUNDUR DARI GOLKAR, BELUM MENTERI ATR/BPN

NUSRON MUNDUR DARI GOLKAR, BELUM MENTERI ATR/BPN

Senin, 21 Sep 2026 08:29 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:29 WIB

SURABAYAPAGI.com – Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji mengatakan Nusron Wahid sudah mundur dari kepengurusan Golkar sejak lebih dari enam bulan l…

Baksos Warnai Rangkaian HUT ke-81 TNI di Lamongan

Baksos Warnai Rangkaian HUT ke-81 TNI di Lamongan

Minggu, 20 Sep 2026 17:54 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 17:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Masih dalam Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Lamongan, sejumlah…

Empat Wakil Indonesia Berebut Gelar FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya

Empat Wakil Indonesia Berebut Gelar FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya

Minggu, 20 Sep 2026 17:48 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 17:48 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Sebanyak 12 tim dari Indonesia, Thailand, dan Vietnam bertarung dalam Grand Finals Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2…

Ranting NU Sugihan Bedah Rumah, Wujud Nyata Membersamai Warga

Ranting NU Sugihan Bedah Rumah, Wujud Nyata Membersamai Warga

Minggu, 20 Sep 2026 17:24 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 17:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan kembali ditunjukkan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sugihan, Kecamatan S…

Janji Dana BKK Desa Sentul Bakal Turun Perbaiki TPS Sampah

Janji Dana BKK Desa Sentul Bakal Turun Perbaiki TPS Sampah

Minggu, 20 Sep 2026 16:51 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 16:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Janji Pemkab Sidoarjo untuk memberikan dana Bantuan Khusus Keuangan (BKK) Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin, masuk tahap r…

Harga Daging Sapi di Situbondo Meroket Tembus Rp160 Ribu per Kilogram

Harga Daging Sapi di Situbondo Meroket Tembus Rp160 Ribu per Kilogram

Minggu, 20 Sep 2026 15:24 WIB

Minggu, 20 Sep 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Harga daging sapi yang biasanya berada di kisaran Rp120.000 per kilogram, kini di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyentuh…