Jelang Penutupan, Jatim Kesalip DKI

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penampilan atlet loncat indah Jatim Gladies Lariesa Garina di nomor menara putri di Arena Akuatik Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, kemarin. Gladies berhasil mendulangkan emas bagi Jawa Timur di hari-hari terakhir PON XX di Papua.
Penampilan atlet loncat indah Jatim Gladies Lariesa Garina di nomor menara putri di Arena Akuatik Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, kemarin. Gladies berhasil mendulangkan emas bagi Jawa Timur di hari-hari terakhir PON XX di Papua.

i

Hanya Gunakan Anggaran Rp 169 M, Jatim Bisa Raih 110 emas, 89 perak. Sementara Juara Umum, Jabar Dimodali Rp 256 M meraih 132 emas.  Lalu, DKI Jakarta Disuntik APBD Rp 410 M, menorehkan 110 emas, 91 perak.

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Jumat malam ini (15/10/2021) PON XX Papua, akan ditutup oleh Wapres Prof Ma’ruf Amin. Alhamdulillah kontingen PON Jatim keluar sebagai juara 3. Padahal saat berangkat, petinggi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur ketir-ketir. Persoalannya, dukungan anggaran untuk kontingen yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 Papua sangat minim.

KONI Jatim terpaksa mengurangi sejumlah anggaran dukungan untuk atlet, salah satunya penyediaan nutrisi.  Maklum, anggaran yang sebelumnya sudah ditetapkan Rp192 miliar kembali dipotong oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sebanyak Rp23 miliar, sehingga tersisa Rp169 miliar.

Jumlah anggaran yang diberikan kontingen PON Jatim ini kalah jauh jika dibandingkan dengan dua pesaing terberatnya yaitu Jawa Barat dan DKI Jakarta. Jawa Barat mendapat dana Rp 256 miliar, sedangkan DKI Jakarta mencapai Rp 410 miliar.

Hingga Kamis (14/10/2021) malam, di penghujung PON Papua, Jawa Barat kokoh di puncak klasemen dengan mengoleksi  132 emas, 104 perak dan 117 perunggu.

Sedangkan  DKI meraih 110 emas, 91 perak dan  100 perunggu. Jawa Timur di peringkat 3 hanya selisih 2 perak dari DKI, dengan rincian 110 emas, 89 perak dan  87 perunggu.

Tuan rumah Papua berada di peringkat empat dengan mengumpulkan 93 medali emas, 66 perak, dan 102 perunggu.

Di peringkat 5, Bali melejit melampaui Jawa Tengah dengan torehan 28 medali emas, 25 perak, dan 53 perunggu.

Jawa Tengah yang disalip Bali di peringkat 6 dengan meraih 27 medali emas, 47 perak, dan 63 perunggu.

 

Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung mengucapkan terima kasih atas capaian di PON XX 2021 Papua. Atlet-atlet Jatim masih menorehkan prestasi meskipun dengan segala keterbatasan. Tercatat, kontingen Jatim berhasil menjadi juara umum di 10 cabang olahraga. Di antaranya, tenis lapangan, panahan, wushu, panjat tebing, selam, gulat, dan aeromodelling.

“Yang mengejutkan ada sejumlah cabor yang terjun bebas (dalam mengumpulkan medali emas). Kami masih belum tahu penyebabnya. Bahkan ada cabor yang biasanya konsisten dari PON ke PON, misalnya senam yang biasanya mendapatkan 7-9 emas, sekarang hanya dapat 3 emas. Itupun dengan susah payah,” kata Erlangga kepada wartawan di Jayapura.

Bicara target, sebenarnya kontingen Jatim membidik 120 medali emas di PON XX 2021 Papua. Tapi faktanya, pahlawan olahraga Jatim hanya mampu mengumpulkan 110 medali emas. Bahkan Jatim harus puas berada di peringkat 3 di bawah kontingen DKI Jakarta setelah kalah dalam perolehan medali perak dan perunggu. “3 Provinsi besar (Jabar, Jatim dan DKI), semuanya tidak mencapai target medali emas. Jabar itu targetnya sekitar 160-an medali emas,” papar Erlangga.

KONI Jatim akan melakukan evaluasi besar-besaran terkait hasil di PON XX 2021 Papua. Evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap cabor-cabor yang gagal mendulang medali emas atau tidak berhasil merealisasikan target. Tapi evaluasi akan dilakukan by name, baik atlet maupun pelatih.

Hal itu dilakukan untuk menyongsong gelaran PON XXI 2024 yang rencananya dihelat di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). “Sampai Desember akan evaluasi semua cabor. KONI akan membentuk tim rekrutmen atlet dan pelatih yang bisa lebih menjamin ke depannya,” tandas Erlangga.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Jatim M Nabil juga mengucap syukur atas capaian di PON XX 2021 Papua. Para atlet masih bisa memberikan hasil maksimal meski dengan persiapan terbatas. Seperti diketahui, persiapan menuju PON XX 2021 Papua dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Alhasil, intesitas latihan para atlet berkurang banyak. Mereka tidak bisa bertemu pelatih, melakukan latih tanding maupun mengikuti kejuaran. Kontingen Jatim pun buta kekuatan daerah lain. “Kalau berpedoman Pra-PON, hampir separuh cabor juara umum. Tapi jedanya pra-PON dengan PON 2 tahun. Susah untuk mengonfirmasi kekuatan lawan. Masih bisa mengetahui kekuatan lawan dari atlet kami yang berada di Pelatnas, tapi itu minim sekali,” ulas Nabil.

Seperti diketahui, PON XX 2021 Papua digelar pada 2-15 Oktober. Acara pembukaan dan penutupan multieven olahraga tingkat nasional itu dipusatkan di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura Papua.

Sedikit penyesalan juga disampaikan, Hari Puji Lestari, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur. “Saya sudah ragu (bisa peringkat dua), karena masih ada pertandingan sampai dengan malam ini (Kamis malam),”tegas Puji.

Dan kekhawatirannya terbukti. Di beberapa pertandingan yang berlangsung Kamis (14/10/2021) malam, Kontingen DKI berhasil menyabet dua medali perak  lebih banyak dari Jatim. Padahal jumlah perolehan medali emas sama, yakni 110 medali.

 

Anggaran Banyak Dikepras

Terkait anggaran, wakil rakyat yang sempat ikut ke Papua mendampingi Kontingen Jatim ini mengatakan, Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) menjadi kendala KONI Jawa Timur. KONI Jatim  hanya mendapat tambahan anggaran Rp 50 miliar. Dengan tambahan PAK ini total anggaran KONI Jatim untuk persiapan PON di tahun 2021 sebesar Rp 218 miliar. Di mana, pada anggaran murni lalu KONI Jatim mendapat Rp 169 miliar.

Anggaran ini lebih sedikit dibandingkan DKI Jakarta yang mendapatkan dukungan dana Rp 410 miliar, sedangkan Jawa Barat kabarnya mendapat support Rp 256 miliar dari Pemprov Jabar.

Menurut wanita yang akrab disebut HPL ini, Provinsi Jawa Timur,  anggaran bukan suatu hal yang menjadi point utama untuk bisa menghasilkan sebuah prestasi. Ia mengatakan yang paling utama itu peran dari manajemen KONI Jatim. 

“Manajemen ini kan bisa meliputi anggaran, perencanaan, evaluasi, tindak lanjut. Ada aset, Aset itukan juga gedung, peralatan atau perlengkapan yang sudah ada terutama meningkatkan SDMnya. Jadi bukan alokasi dana yang nomer satu tapi lebih ke manajemen dari pihak KONI, manajemen juga bisa memberikan support dan memberi semangat,” ungkapnya.

HPL pun menyatakan pihak Komisi E akan mendorong pemerintah Jatim di tahun 2022 mengadakan event-event lokal atau di tingkat Jatim.

“Hal ini untuk meningkatkan kemampuan atlet yang pernah juara agar semakin meningkat  menuju ke nasional atau internasional dan diharapkan bisa menemukan bibit-bibit yang baru,“ pungkasnya. dna/ana/rl

Berita Terbaru

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto– Semangat kemanusiaan terus mengalir di Kota Mojokerto. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), sebanyak …

Bambang Haryo Terima Penghargaan Pembina Olahraga 2026, Target Prestasi Jatim di PON Jadi Sorotan

Bambang Haryo Terima Penghargaan Pembina Olahraga 2026, Target Prestasi Jatim di PON Jadi Sorotan

Senin, 21 Sep 2026 13:25 WIB

Senin, 21 Sep 2026 13:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Pembina Olahraga Perorangan B…

Aksi Taruh Batu di Atas Rel Kereta Api Bakal ditindak Hukum PT KAI

Aksi Taruh Batu di Atas Rel Kereta Api Bakal ditindak Hukum PT KAI

Senin, 21 Sep 2026 11:48 WIB

Senin, 21 Sep 2026 11:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - KAI Daop 7 Madiun Kecam Aksi Meletakan Batu di Atas Rel KA, dengan tegas hal itu ganggu keselamatan Perjalanan Kereta Api. Untuk …

Melalui Inofasi PASPORIA, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, Perluas Layanan ke Imigrasian

Melalui Inofasi PASPORIA, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, Perluas Layanan ke Imigrasian

Senin, 21 Sep 2026 11:47 WIB

Senin, 21 Sep 2026 11:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Kali ini layanan tersebut hadir di Kab.Tulungagung, berbarengan aktivitas masyarakat, pada Car Free Day pada Minggu …

Satgas Pangan Jombang Sisir Ritel, Beras Fortifikasi Sumo Kuning Ditarik

Satgas Pangan Jombang Sisir Ritel, Beras Fortifikasi Sumo Kuning Ditarik

Senin, 21 Sep 2026 11:35 WIB

Senin, 21 Sep 2026 11:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Satgas Pangan Polres Jombang bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang kembali sidak di sejumlah…

Viral Tahlilan ‘Orang Have’ di Lamongan, Pulang-pulang Bawa Kipas Angin

Viral Tahlilan ‘Orang Have’ di Lamongan, Pulang-pulang Bawa Kipas Angin

Senin, 21 Sep 2026 11:28 WIB

Senin, 21 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Media sosial kembali dihebohkan dengan adanya unggahan video tahlilan tak biasa di Kabupaten Lamongan yang diklaim sebagai ‘orang h…