Monyet Putih Muncul di Pura Uluwatu, Tanda...

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kemunculan  Monyet Putih Muncul di Pura Uluwatu yang dipercaya pertanda baik.
Kemunculan  Monyet Putih Muncul di Pura Uluwatu yang dipercaya pertanda baik.

i

SURABAYAPAGI.COM, Denpasar- Ada ada saja pekerjaan tukang ramal. Adanya kemunculan Kera (monyet) berwarna Putih polos, ditanggapi berbagai penafsiran. Monyet putih mirip Hanuman ini bagi orang Bali dipercaya merupakan pertanda baik dari para leluhur di Pulau Bali.

Monyet berwarna putih ini muncul di pura Selonding Uluwatu, Bali.

Jagat Spiritual menelaah bahwa munculnya kera putih ini merupakan pertanda baik untuk Indonesia.

Spiritualis Abiyasa menyebutkan bahwa pertanda ini merupakan awal untuk penempaan Indonesia agar menjadi lebih baik.

“bukan langsung menjadi baik, koronanya selesai, ekonomi membaik, bukan seperti itu” tuturnya, Sabtu.

Proses membaiknya Indonesia ditandai dengan munculnya kera putih tersebut diprediksi akan berjalan selama 1 hingga 2 tahun.

 

Dewa Pemelihara Alam

Selain menjadi pertanda bahwa Indonesia akan segera membaik, banyak pula praktisi yang menganggap kera putih ini hanyalah seekor binatang saja.

Akan tetapi hal-hal aneh yang muncul menyertai kemunculan kera putih ini juga perlu ditelaah setidaknya menurut spiritualis Abiyasa.

“Seekor binatang lalu mengunjungi tempat tertentu itu jelas ada tujuan” komentarnya.

Ia berteori jika itu kera biasa mengapa warnanya putih, dan turun di Pura. Jika kera tersebut lapar mengapa tidak menuju pasar atau perumahan warga.

Kera Putih jika dalam pewayangan merupakan sosok Hanuman yang merupakan perwujudan dari Rama.

Dalam pewayangan Rama tersebut juga sebagai perwujudan Dewa Sang Hyang Batara Wisnu. Batara Wisnu sendiri juga terkait dengan dewa pemelihara alam.

Jadi kera putih yang muncul tersebut jika dikaitkan merupakan pertanda baik sebagai dimulainya pemeliharaan alam.

Abiyasa berpesan jikalau kita jangan terlalu gembira dalam menikapi berita baik ini, karena kita tetap harus selalu ‘iling lan waspodo’.

“Jangan sampai jiwa kita, mental kita lemah karena melihat berita yang seakan menggembirakan ini. Karena untuk mencapai kejayaan Indonesia butuh proses panjang” Pesan Abiyasa.

Spiritualis tersebut juga yakin bahwa bangsa Indonesia mampu melewati tahapan ujian ujian yang akan dilewati.

“Indonesia akan segera menjapai masa kejayaannya dengan generasi baru, dengan orang-orang baru yang mampu melewati seleksi alam ini” pungkasnya. n bl, 07

Berita Terbaru

Tambah Kawasan Usaha Baru, Labuan Bajo Dongkrak Ekonomi Dengan Serapan Tenaga Kerja Lokal

Tambah Kawasan Usaha Baru, Labuan Bajo Dongkrak Ekonomi Dengan Serapan Tenaga Kerja Lokal

Senin, 19 Okt 2026 12:45 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:45 WIB

SurabayaPagi, Labuan Bajo – Pengembangan kawasan komersial dan pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mulai memasuki tahap o…

Digitalisasi Parkir Segera Diberlakukan demi Menekan Kebocoran Parkir

Digitalisasi Parkir Segera Diberlakukan demi Menekan Kebocoran Parkir

Senin, 19 Okt 2026 12:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Digitalisasi pembayaran parkir bakal diterapkan di seantero wilayah Kabupaten Sidoarjo sebagai wujud pembenahan tata kelola parkir…

Atlet Biliar Mahasiswa Jatim Berebut Tiket Nasional, Djemy dan Yusril Raih Gelar Juara

Atlet Biliar Mahasiswa Jatim Berebut Tiket Nasional, Djemy dan Yusril Raih Gelar Juara

Senin, 19 Okt 2026 12:00 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:00 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Sebanyak 27 mahasiswa dari 14 perguruan tinggi di Jawa Timur bersaing dalam Campus League Billiard Season 1 Regional Surabaya untuk m…

Dampak Antrean Panjang BBM, Pemkab Jember Kembali Berlakukan WFH ASN 2 Hari

Dampak Antrean Panjang BBM, Pemkab Jember Kembali Berlakukan WFH ASN 2 Hari

Senin, 19 Okt 2026 11:42 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Menindaklanjuti dampak viralnya antrian Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, kembali memberlakukan…

Petani di Ponorogo Tewas Terbakar Saat Berusaha Padamkan Api di Lahan Jagung

Petani di Ponorogo Tewas Terbakar Saat Berusaha Padamkan Api di Lahan Jagung

Senin, 19 Okt 2026 11:39 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Seorang petani bernama Purwanto (65), warga Dukuh Bajang, Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, meninggal…

Tak Berizin dan Jadi Tempat Maksiat, Pemkab Pamekasan Tutup Enam Tempat Hiburan

Tak Berizin dan Jadi Tempat Maksiat, Pemkab Pamekasan Tutup Enam Tempat Hiburan

Senin, 19 Okt 2026 11:31 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Menindaklanjuti adanya tempat hiburan yang tidak mengantongi izin resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan serta…