Bupati Mojokerto Buka Temu Teknis Penyuluh Pertanian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Dalam rangka menyusun rencana kerja pelaksanaan penyuluhan pertanian dan mengkoordinasikan pelaksanaan Penyuluh pertanian dalam menjawab isu-isu strategis, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto menggelar Temu Teknis Penyuluh Pertanian.

Dalam kesempatan ini, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati membuka secara resmi kegiatan yang berlangsung di Aula Kebun Percobaan Mojosari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Senin (18/7) pagi. Sebanyak 145 orang dari penyuluh pertanian kecamatan dan desa turut mengikuti agenda yang digelar setiap tahun ini.

Dalam arahannya, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyampaikan, terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BPTP Jawa Timur yang telah banyak membantu memberikan informasi dan transfer teknologi pertanian bagi penyuluh.

"Ini merupakan salah satu upaya kita untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang ada di Kabupaten Mojokerto. Dimana pada tahun 2021 yang lalu kita juga sudah menandatangani kerjasama Balitbangtan dengan Pemkab Mojokerto," ungkapnya.

Bupati Ikfina mengatakan, pertanian masih menjadi sektor terpenting dalam pembangunan ekonomi di Kabupaten Mojokerto. Ikfina juga meminta program penyuluhan pertanian disusun sejelas mungkin, terutama terkait dengan data kebutuhan petani.

"Data sangat penting, karena data ini menjadi acuan untuk melakukan sesuatu, membuat perencanaan kemudian mengeksekusi dan menyelesaikan permasalahan, sehingga program bisa betul-betul ditargetkan untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani," jelasnya.

Bupati Ikfina juga menyampaikan, terkait pertanian organik, menurutnya, pertanian organik bisa menjadi solusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Selain itu juga dapat menjawab kelangkaan pupuk kimia dan mahalnya harga yang sering menjadi permasalahan para petani.

“Kalau nanti bisa menggandeng para organis nasional, terkait pupuk kimia akan bisa terselesaikan,” terangnya.

Di sisi lain, lanjut Ikfina, masyarakat juga bisa menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi hasil pertanian organik, terutama untuk menjauhi penyakit degeneratif seperti diabetes atau hipertensi.

"Sehingga solusinya penyakit generatif untuk gagal ginjalnya harus cuci darah. Ini tantangan kita semua," ujarnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini juga menekankan pendampingan, pengawalan dan pembinaan merupakan tugas utama penyuluh pertanian sebagai ujung tombak untuk memastikan program pembangunan pertanian terlaksana dengan baik dan tepat sasaran.

"Saya berharap Penyuluh Pertanian di Kabupaten Mojokerto dapat menjadi aparatur pertanian yang profesional serta kreatif dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, harus mempunyai manajeman waktu yang bagus karena penyuluh tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai pendamping petani tetapi juga diharapkan dapat selaras dan mendukung program pembangunan pertanian yang ada di Kabupaten Mojokerto," harapnya.

Terpisah, dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah menyampaikan, potensi bidang pertanian di kabupaten Mojokerto, dari luas lahan sawah 36.619 hektar (3,1�ri luas lahan sawah di provinsi Jawa Timur seluas 1.174.586 hektar), berkontribusi terhadap produksi beras pada tahun 2021 sebanyak 171.518 ton (3�ri produksi beras di Jatim sebanyak 5.652.705 ton), dengan tingkat produktivitas padi 57,37 kuintal per hektar, masih di atas rata-rata provinsi Jawa timur sebesar 56,68 kuintal per hektar.

Dengan kebutuhan beras perkapita per tahun sebesar 111,58 kg, maka di Kabupaten Mojokerto terdapat surplus 45.933 ton (26�ri produksi beras), sedangkan surplus di provinsi Jawa timur hanya sebesar 1.091.450 ton (19�ri produksi).

"Saya berharap dengan adanya temu teknis ini, yang mana dari BPTP Jatim bisa memberikan teknologi untuk peningkatan produksi padi khususnya di kabupaten Mojokerto," ungkapnya. Dwi

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…