Pemkot Surabaya Gelontorkan 23.904 Liter Minyak Goreng di 8 Pasar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pedagang pasar di Surabaya yang mendapat pasokan MinyaKita dari operasi pasar Pemkot Surabaya. Foto: Pemkot Surabaya.
Pedagang pasar di Surabaya yang mendapat pasokan MinyaKita dari operasi pasar Pemkot Surabaya. Foto: Pemkot Surabaya.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopdag) menggelontorkan sebanyak23.904 liter Minyakita kepada para pedagang eceran. Hal tersebut dalam rangka kegiatan operasi pasar minyak goreng di delapan pasar tradisional di Surabaya pada Sabtu (11/2/2023).

Kepala Bidang Distribusi Perdagangan Dinkopdag Kota Surabaya Devie Afrianto mengatakan, operasi pasar kali ini bertujuan untuk menstabilkan harga minyak goreng yang tengah naik di pasaran. Maka dari itu, masyarakat tidak diperbolehkan membeli dari distributor langsung.

"Khusus bahan kebutuhan pokok minyak goreng, masyarakat tidak boleh membeli langsung dari distributor. Ini supaya bisa mengendalikan harga," kata Devie, Sabtu (11/2/2023).

Devie menjelaskan, harga jual minyak goreng kepada masyarakat wajib menyesuaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni maksimal Rp 14.000 ribu per liter. Sedangkan dari distributor ke pedagang dijual Rp 12.600 ribu per liter.

"Kalau untuk kemasan seperti Minyakita, itu dijual ke masyarakat tidak boleh lebih dari Rp14.000, wajib sesuai HET. Kecuali, minyak goreng merk kemasan lain, misal yang premium. Kalau Minyakita dijual di atas HET, ya dilaporkan," ujarnya.

Adapun delapan pasar tradisional yang menjadi lokasi digelarnya operasi pasar minyak diantaranya Pasar Wonokromo, Pasar Tambak Rejo, Pasar Pucang, Pasar Genteng Baru, Pasar Balongsari, Pasar Pabean dan sebagainya.

Masing-masing pasar mendapat pasokan antara 150-200 kardus, yang masing-masing kardus berisi 12 minyak kemasan, berukuran satu liter dengan harga Rp12.600 per liter.

Selain pada Sabtu (11/2/2023) kemarin, operasi pasar minyak goreng juga akan diadakan kembali pada tanggal 16 dan 24 Februari mendatang guna mengantisipasi kenaikan harga menjelang Ramadan. 

"Pemkot akan kembali melaksanakan operasi pasar minyak goreng di pasar-pasar tradisional pada 16 dan 24 Februari 2023, dengan total alokasi sebanyak 79.200 liter atau 6.600 karton,” tuturnya.

Lebih lanjut, Devie menambahkan, operasi pasar minyak goreng kali ini menarik animo para pedagang. Selain murah, pedagang juga tidak perlu repot untuk kulakan minyak goreng ke distributor.

"Jadi, kami drop langsung ke tempat (pasar), sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk jasa angkutnya," ucapnya.

Ia menyebut, dalam operasi pasar ini, Dinkopdag berkolaborasi dengan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo menerangkan, mengenai teknis pelaksanaan operasi pasar Minyakita, nama pedagang didata terlebih dulu sebelum operasi pasar digelar.

Kemudian, nama pedagang yang terdata didaftarkan di aplikasi Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah) sebagai syarat untuk mendapatkan minyak.

Dari nama yang terdata, pasokan Minyakita didatangkan. Untuk proses selanjutnya, pedagang juga sudah diajari cara menggunakan aplikasi Simirah. Sehingga ke depan atau untuk pasokan berikutnya, mereka bisa memesan berapa kebutuhan, sesuai dengan yang diinginkan.

“Selanjutnya, pedagang tinggal mengambil jumlah minyak sesuai yang dipesan atau jumlahnya,” tutupnya.

Devie pun berharap, dengan adanya operasi pasar, maka semua masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng terutama menjelang Ramadan pada Maret 2023. sb

Berita Terbaru

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menunggu datangnya musim hujan di Kabupaten Magetan diprakirakan mulai berlangsung secara bertahap pada akhir 2026. Untuk Kecamatan…

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai wujud peduli sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memberlakukan gerakan Batu Pilah Sampah dari Rumah menjadi tiga…

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena cuaca yang cenderung kering membuat kualitas daun tembakau relatif baik, namun pasokan air yang terbatas menyebabkan hasil…

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat adanya kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni dari 10,19…

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi…

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…