Permintaan Bayi Tabung di Surabaya Meningkat Pasca Pandemi, Segini Kisaran Harganya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Illustrasi permintaan akan bayi tabung meningkat di Surabaya. SP/ SBY
Illustrasi permintaan akan bayi tabung meningkat di Surabaya. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pasca pandemi Covid-19 ini, permintaan akan bayi tabung kian meningkat. Program bayi tabung menjadi solusi bagi pasangan yang belum dikaruniai buah hati. 

Diketahui, peningkatan akan permintaan bayi tabung meningkat di Surabaya dan sekitarnya. Hal itu dicatat oleh Pihak RSIA (Rumah Sakit Ibu dan Anak) Ferina, Surabaya. Owner RSIA Ferina dr Aucky Hinting mengungkapkan, per tahun pihaknya mencatat lebih kurang 1.000 permintaan bayi tabung di RSIA Ferina Surabaya. 

"Dulu tidak sampai angka itu. Tapi di atas 2010 semakin meningkat," katanya, dikutip Senin (03/07/2023).

Angka permintaan bayi tabung sempat merosot ketika pandemi datang. Namun, lanjut Aucky, kemerosotan itu tak begitu signifikan pada 2019 hingga 2022.

Angka permintaan bayi tabung dinilai berangsur membaik dan pulih mulai tahun lalu. Aucky mengatakan, tahun lalu, RSIA Ferina melayani sekitar 1.200 permintaan bayi tabung.

Kata Aucky, permintaan bayi tabung yang meningkat itu ternyata dibarengi dengan permasalahan yang beragam juga.

Proses dan Kisaran Harga Permintaan Bayi Tabung

Sementara itu, Dokter spesialis yang dulunya menangani artis Inul Daratista saat menginginkan adanya sang buah hati itu mengungkapkan, hal yang membedakan lainnya adalah permintaan bayi tabung dengan usia beragam dan makin lebih mature.

"Dulu yang meminta bayi tabung usianya 25 tahunan. Sekarang sudah 36 sampai 37 tahun," ujar Aucky.

Karena itu, semakin sulitnya penanganan itu otomatis mendorong perkembangan teknologi IVF kesehatan yang canggih. Dan itu berdampak terhadap adanya penambahan biaya yang tidak murah.

"Biaya mahal dari proses sampai pembuahan itu 32 juta, kalau sakit dan minta bius jadi 34 juta. Belum obat suntik, orang bisa habiskan 50-60 juta," paparnya.

Sebelum memulai program bayi tabung ternyata penting sekali untuk pemeriksaan embrio. Rumah sakit miliknya , pasien  bisa tahun kondisi embrionya. 

Diketahui, Bayi tabung disebut juga Fertilisasi in vitro atau pembuahan in vitro. Sebuah  proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh sang wanita: in vitro.

Proses ini melibatkan pemantauan dan stimulasi proses ovulasi seorang wanita, mengambil suatu ovum atau sel-sel telur dari ovarium (indung telur) wanita itu. 

Dan membiarkan sperma membuahi sel-sel tersebut di dalam sebuah medium cair di laboratorium. Sel telur yang telah dibuahi (zigot) dikultur selama 2–6 hari di dalam sebuah medium pertumbuhan.  Setelah itu dipindahkan ke rahim wanita dengan tujuan menciptakan keberhasilan kehamilan.

Teknik-teknik IVF dapat digunakan dalam berbagai jenis situasi, dan merupakan salah satu teknik dalam teknologi reproduksi dengan bantuan untuk penanganan infertilitas. 

Kelahiran seorang "bayi tabung" pertama yang berhasil, yaitu Louise Brown, terjadi pada tahun 1978. Louise Brown dilahirkan sebagai hasil dari siklus alami IVF tanpa stimulasi. 

Robert G. Edwards kemudian mendapat penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 2010, fisiolog yang terlibat dalam pengembangan proses ini bersama dengan Patrick Steptoe. dsy

Berita Terbaru

Lewat Program IJD, Pemkab Lumajang Fokus Prioritaskan Jalan Rusak Berat

Lewat Program IJD, Pemkab Lumajang Fokus Prioritaskan Jalan Rusak Berat

Selasa, 29 Sep 2026 11:02 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 11:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui program Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memprioritaskan jalan rusak berat untuk…

Perguruan tinggi di AS Perkuat Penggunaan Perangkat AI

Perguruan tinggi di AS Perkuat Penggunaan Perangkat AI

Selasa, 29 Sep 2026 07:09 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa ilmu komputer Jack Zemke tidak kunjung mendapatkan hasil meski telah mengirim ratusan lamaran pekerjaan yang sebagian besar…

Nilai Tukar Rupiah Rp 18.000,-

Nilai Tukar Rupiah Rp 18.000,-

Selasa, 29 Sep 2026 07:05 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:05 WIB

SURABAYAPAGI.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, Senin (28/9/2026), dekati l…

CSR, Dibutuhkan Pembangunan Desa

CSR, Dibutuhkan Pembangunan Desa

Selasa, 29 Sep 2026 07:03 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Wamendes PDT, Ahmad Riza Patria, menegaskan penyertaan dana CSR untuk berbagai program terkait pembangunan desa yang terarah sangat…

Diluncurkan Sedan Aeris di Pasar India Rp 90 Juta

Diluncurkan Sedan Aeris di Pasar India Rp 90 Juta

Selasa, 29 Sep 2026 07:00 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:00 WIB

SURABAYAPAGI.com - Produsen otomotif Tata resmi meluncurkan sedan Aeris di pasar India. Untuk membuktikan kekuatan struktur bodi serta keamanan sistem CNG,…

IMF Akui Guncangan Ekonomi Global, Akibatkan Tingkat Utang Meningkat

IMF Akui Guncangan Ekonomi Global, Akibatkan Tingkat Utang Meningkat

Selasa, 29 Sep 2026 06:56 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 06:56 WIB

SURABAYAPAGI.com - Lembaga keuangan yang berbasis di Washington mencatat negara-negara maju membayar bunga lebih dari US$ 3,3 triliun atas obligasi pemerintah…