Satpol PP Lamongan Razia 7 Anjal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebanyak tujuh anak jalanan (anjal) terjaring razia Satpol PP Lamongan. Mereka diamankan aparat lantaran dianggap mengganggu ketertiban umum.

Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Lamongan, Sutrisno menuturkan 7 anjal yang diamankan oleh petugas Satpol PP Lamongan ini saat berada di simpang empat Pasar Sidoharjo Lamongan.

"Iya benar, kami mengamankan 7 anak jalan yang saat itu berkeliaran di perempatan Pasar Sidoharjo Lamongan," kata Sutrisno kepada wartawan, Rabu (3/7/2024).

Sutrisno mengungkapkan 7 anjal ini diamankan karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Sutrisno mengaku, penertiban ini dilaksanakan berdasarkan Perda Nomor 4 tahun 2007 tentang ketentraman dan ketertiban umum di Lamongan.

"Kita Laksanakan sesuai dengan perda yang ada," ujar Sutrisno.

Ironisnya, ke 7 anjal yang diamankan petugas Satpol PP ini ternyata tidak hanya berasal dari Lamongan saja. Pasalnya, ada beberapa diantaranya yang berasal dari luar kota bahkan luar pulau.

Ke-7 anjal tersebut, diantaranya 1 anjal berasal dari Jagapura, Cirebon, Jawa barat, lainnya ada yang berasal dari Sukoanyar, Cerme, Gresik, dari Warugunung, Karangpilang, Surabaya dan 1 dari Kauman, Kabupaten Batang, Jateng.

"Dari 7 anjal ini 3 diantaranya dari Lamongan sendiri," tutur Sutrisno.

Sutrisno lalu mengimbau kepada masyarakat tak segan melapor jika menemukan anjal. Pihaknya juga bakal gencar melakukan patroli rutin untuk menciptakan situasi nyaman masyarakat.

"Kami juga meminta kerjasama dari masyarakat apabila melihat hal-hal yang dirasa mengganggu ketertiban, kami imbau untuk melapor kepada petugas yang berwenang," pintanya.

Usai diamankan, Sutrisno menyebut ke 7 anjal ini kemudian didata dan diserahkan ke Dinas Sosial setempat. Oleh dinas terkait, para anjal ini akan dilakukan pembinaan. Lm-01/ham

Berita Terbaru

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Oleh: Putut Kristiawan Dalam birokrasi kita, ada satu "aturan tak tertulis" yang kerap lebih ditakuti ketimbang undang-undang: titah atasan. Ketika loyalitas…

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Manager Keuangan PT KAI Daop 8, Dewi Wahyu K, memilih bungkam usai diperiksa penyidik KPK terkait pengembangan perkara dugaan Tin…

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Allah SWT Allah tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah berbuat aniaya (zalim) kepada siapa pun. Keadilan-Nya meliputi balasan amal perbuatan manusia di…

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mobil cekli akan diproduksi di pabrik Nissan di Novo Mesto, Slovenia, bersama Renault Twingo dan Dacia Spring. Nissan dijadwalkan…

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian…

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menkeu akui masuknya baju bekas impor ilegal atau balpres impor ke Indonesia, dapat merugikan tukang jahit hingga industri tekstil di dalam…