Pemkot Madiun Sulap Gunungan Sampah Jadi Kawasan Wisata 'Piramida Buah'

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tempat Pembuangan Akhir Winongo, Kota Madiun, Jawa Timur. SP/ MDN
Tempat Pembuangan Akhir Winongo, Kota Madiun, Jawa Timur. SP/ MDN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun terus berkomitmen menanggulangi masalah sampah yang sudah menumpuk dan menggunung dengan mengubahnya menjadi ‘Gunung Buah’ yang akan dibentuk menyerupai piramida yang berasal dari tumpukan sampah. 

"Bentuk akhirnya taman buahnya bisa seperti piramida. Kalau untuk namanya masih rahasia," ujar Wali Kota Madiun, Maidi, Senin (28/04/2025).

Beliau juga menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu langkah strategis untuk menjadikan Kota Madiun sebagai kota yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka berkelanjutan.

“TPA ini akan diubah menjadi Gunung Buah dan akan ditanami bibit tanaman. Saat pengunjung menuju ke sini, mereka akan melewati jalur yang menanjak, yang akan menjadikan wisata ini lebih menarik,” ujarnya.

Lebih lanjut, program ini sudah berjalan dan diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap sampah, yang sebelumnya tidak nyaman, menjadi sebuah tempat yang nyaman serta menarik bagi wisatawan.

“Proses pengerjaan telah dimulai, dengan pembagian tugas yang jelas pada setiap sektor, seperti pengelolaan air, penanaman vegetasi, serta pembangunan akses jalan yang kini telah mencapai ketinggian 25 meter. Dan mengubah dari tumpukan sampah menjadi tumpukan berkah,” tambah Wali Kota Maidi.

Sebagai informasi, di TPA Winongo memang terdapat bukit-bukit sampah. Kapasitasnya sudah nyaris tak menampung lagi. Wali kota berencana membuka lahan baru untuk TPA. Di tempat baru tersebut, konsep pengelolaan sampah yang masuk juga berbeda. Pemerintah Kota Madiun sedang menjalin kerja sama dengan pihak ketiga mengenai pengelolaan sampah tersebut. 

Dan diharapkan, hadirkan destinasi wisata baru di Kota Madiun dapat menggaet wisatawan dalam jumlah besar, tidak dipandang sebagai permasalahan, melainkan sebagai peluang dan berkah bagi masyarakat sekitar. md-01/dsy

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…