Ketua DPRD Gresik Serahkan Motor Bak Pengangkut Sampah untuk Desa Tanggulrejo Manyar

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir mencoba menaiki motor pengangkut bak sampah untuk Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar. SP/M Aidid 
Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir mencoba menaiki motor pengangkut bak sampah untuk Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar. SP/M Aidid 

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Ketua DPRD Kabupaten Gresik Muhammad Syahrul Munir menyerahkan bantuan kendaraan motor angkut sampah di Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar, Gresik beberapa hari lalu.

Motor angkut sampah itu berwarna biru dengan desain roda tiga, dilengkapi penutup di bagian samping agar sampah tidak mudah tercecer saat diangkut. 

Kendaraan tersebut khusus untuk menjangkau lokasi-lokasi sempit di lingkungan perkampungan. Sehingga, lebih efisien dalam mendukung pengangkutan sampah dari rumah ke tempat pembuangan sementara.

Syahrul Munir mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan sampah berbasis desa. Pihaknya menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

Peran aktif warga dalam memilah sampah sangat dibutuhkan, mengingat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Gresik saat ini mulai mengalami kelebihan kapasitas.

"Saya memohon kepada masyarakat untuk mulai sadar diri memilah sampah dari skala rumah tangga. Terutama untuk limbah sisa makanan, karena itu bisa dimanfaatkan dan diolah kembali menjadi sesuatu yang berguna," katanya.

Syahrul berharap, kendaraan operasional pengangkut sampah dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh Pemerintah Desa Tanggulrejo untuk meningkatkan kebersihan dan efisiensi dalam pengangkutan sampah di lingkungan desa.

"Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya DPRD Gresik mendorong peran desa dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," ucapnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Tanggulrejo Nabail Adhim menyampaikan, penanganan sampah di desanya selama ini masih bergantung pada Tempat Pembuangan Sementara (TPS) 3R di Betoyo.

Oleh sebab itu, Pemdes Tanggulrejo berencana melakukan terobosan baru dalam pengelolaan sampah, salah satunya dengan mengedukasi warga untuk memilah sampah dari rumah, kemudian mengolahnya secara mandiri.

Langkah ini bertujuan agar sampah bisa lebih bermanfaat dan tidak semuanya dibuang ke TPS, sehingga dapat mengurangi beban penumpukan di TPS 3R Betoyo. "Tahun ini kami menargetkan beberapa langkah konkret, seperti menjalin kontrak kerja sama pengolahan sampah dengan TPS 3R Betoyo," terangnya.

Selain itu, Pemdes Tanggulrejo juga berencana melakukan pengurukan lahan untuk pembangunan hanggar TPS mini di desa sebagai pusat pengolahan. Tak hanya itu, pelatihan pengolahan sampah juga akan diberikan kepada masyarakat.

"Harapannya, warga bisa lebih peduli terhadap lingkungan dan memiliki keterampilan dalam mengelola sampah secara mandiri. Dengan cara ini, Desa Tanggulrejo bisa menjadi salah satu desa percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat," tutupnya.

Berita Terbaru

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

BPKH menghadapi tantangan menjaga keamanan dan keberlanjutan dana, sementara nilai manfaat membantu membiayai haji dan memunculkan pertanyaan tentang hak jemaah…

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Sebanyak 45 tempat usaha milik pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terancam d…

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Rencana eksplorasi panas bumi atau geotermal di Dukuh Brambang Rt 01 Rw 01 Desa Gondowido Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, J…

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…