Tekan Siswa SD-SMP Rentan Putus Sekolah, Disdikbud Situbondo Lakukan Pendataan Ulang hingga Siapkan Beasiswa Tunai

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo Sopan Efendi. SP/ STB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo Sopan Efendi. SP/ STB

i

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Dalam rangka menekan angka siswa SD dan SMP siswa yang rentan putus sekolah, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, melakukan pendataan ulang terhadap jumlah siswa SD dan SMP yang rentan putus sekolah tersebut.

Kepala Disdikbud Kabupaten Situbondo Sopan Efendi mengungkap, berdasarkan data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, di Situbondo tercatat angka anak usia sekolah yang tidak sekolah 5.828 anak. Pihaknya juga akan mencocokkan data Pusdatin untuk mengetahui jumlah anak putus sekolah secara riil menurut nama dan alamat.

"Kami akan melakukan pendataan ulang termasuk mencocokkan data dari Pusdatin, dan kami nantinya meminta data siswa ke sekolah-sekolah untuk mengetahui jumlah siswa SD dan SMP sebagai upaya mengantisipasi anak putus sekolah," kujarnya, Minggu (12/04/2026).

Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), salah satunya untuk pendidikan kesetaraan melalui kejar paket A, B, dan C sebagai upaya menekan angka anak tidak sekolah dan anak putus sekolah. Tak hanya itu, pemerintah daerah juga memberikan bantuan melalui program beasiswa berupa uang tunai bagi siswa SD Rp100.000 per orang per bulan selama lima bulan.

"Untuk siswa rentan putus sekolah Rp150.000 per orang per bulan selama lima bulan dan kuota beasiswa berupa bantuan uang tunai itu pada tahun ini sebanyak 849 siswa, rinciannya sekolah dasar 519 siswa dan SMP 330 siswa," kata Sopan Efendi. st-01/dsy

Berita Terbaru

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …