Musda Demokrat Jatim Belum Jelas, Pengamat: Belum Ada Jaminan Pengurus Saat Ini Aman dari Evaluasi DPP

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Jawa Timur mulai menjadi sorotan. Meski jadwal pelaksanaan Musda diumumkan, berbagai spekulasi mengenai masa depan kepengurusan terus bermunculan. Bahkan, belum ada jaminan pengurus yang saat ini menjabat akan kembali memimpin Demokrat Jatim.

Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam, mengatakan posisi Demokrat sebagai partai menengah membuat tantangan politik ke depan tidak ringan. Terlebih, secara nasional Demokrat kini menjadi bagian dari pemerintahan sehingga efek elektoral atau coattail effect dari Pilpres dinilai tidak lagi mudah diperoleh.

"Risiko sebagai partai tengah, Demokrat Jatim memang harus waspada dan bekerja super keras. Apalagi sekarang secara makro politik nasional Demokrat menjadi bagian dari pemerintah. Sulit rasanya mendapat coattail effect dari Pemilu maupun Pilpres," ujar Surokim, Kamis (6/8).

Menurutnya, kondisi tersebut mengharuskan Demokrat bekerja lebih keras merawat basis pemilih tradisional sekaligus membuka ruang bagi pemilih baru, terutama dari kalangan Generasi Z.

"Demokrat harus berjuang sendiri merawat basis pemilihnya dengan baik, mengandalkan pemilih loyal agar tidak hilang, sembari terus membuka peluang merebut ceruk pemilih baru dari Gen Z," katanya.

Surokim menilai tantangan tersebut bukan perkara mudah. Bahkan, jika Demokrat mampu mempertahankan jumlah kursi yang diraih saat ini di DPRD Jawa Timur pada Pemilu mendatang, hal itu sudah bisa dikategorikan sebagai pencapaian yang baik.

"Menurut saya itu tantangan yang tidak mudah. Perlu bekerja super keras. Bisa mempertahankan raihan kursinya saat ini saja di DPRD Jatim itu sudah bagus dan prestatif," tegasnya.

Lebih jauh, ia menilai pelaksanaan Musda Demokrat Jatim memiliki gengsi politik yang tinggi. Pasalnya, Jawa Timur merupakan daerah asal Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono beserta keluarganya, sehingga arah keputusan DPP akan sangat menentukan.

"Pertarungan Demokrat di Jawa Timur ini gengsinya tinggi karena Pak SBY dan keluarga berasal dari Jawa Timur. Saya yakin kalau tidak mendapat restu Cikeas akan sulit. Sinyal dari DPP yang akan menentukan kapan Musda Demokrat Jatim digelar," ujarnya.

Surokim juga menegaskan, belum ada jaminan bahwa pengurus yang saat ini memimpin otomatis akan kembali mendapatkan mandat. "Belum ada jaminan pengurus yang ada saat ini aman. Pertama, pengurus harus memiliki restu dari DPP dan Cikeas. Kedua, harus mendapat dukungan dari DPC-DPC, serta sejalan dengan arahan DPP dan menunjukkan kerja keras untuk partai," katanya.

Ia menambahkan, figur yang berpeluang memimpin Demokrat Jawa Timur ke depan harus memenuhi sejumlah syarat politik, mulai dari loyalitas terhadap partai, memiliki komunikasi yang harmonis dengan struktur di bawah, mendapat kepercayaan DPP, hingga memiliki tingkat eksistensi yang tinggi di ruang publik.

"Intinya, Demokrat perlu sosok yang bekerja keras, memiliki perhatian besar terhadap partai, harmonis dengan DPC di akar rumput, disukai DPP dan Cikeas, serta tetap eksis dan dikenal publik. Itu menjadi modal penting menghadapi kontestasi politik ke depan," pungkasnya.

Untuk diketahui, pengurus inti DPD Partai Demokrat Jatim dipimpin oleh Emil Elestianto Dardak sebagai Ketua, didampingi Mugianto (Kang Obeng) sebagai Plt Sekretaris, dan dr. Agung Mulyono sebagai Bendahara. rko

Berita Terbaru

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…