Biaya Dinilai Mahal, Dua Proyek Desa Gempolklutuk Diduga Jadi Ajang Korupsi

author Juma'in Koresponden Sidoarjo

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Realisasi proyek pemeliharaan jalan paving di RT 08, RW 04, Dusun Gempolgunting, Desa Gempolklutuk. SP/JUMA'IN
Realisasi proyek pemeliharaan jalan paving di RT 08, RW 04, Dusun Gempolgunting, Desa Gempolklutuk. SP/JUMA'IN

i

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Proyek pemeliharaan jalan paving di RT 08, RW 04 dan pembangunan saluran drainase di RT 01, RW 01 Desa Gempolklutuk, Kecamatan Tarik diduga jadi praktik ajang korupsi. Pasalnya, pembiayaan pada pelaksanaan proyek tersebut diduga melebihi Standar Satuan Harga (SSH) proyek desa.

Berdasarkan prasasti proyek yang dipasang di lokasi bangunan, proyek pemeliharaan jalan paving di RT 08, RW 04 Dusun Gempolgunting, tahun 2023 adalah berdiameter lebar 5,4 meter dan panjang 90,5 meter dengan anggaran sebesar Rp120 juta.

Bila dihitung berdasarkan diameter proyek, yakni lebar 5,4 meter times panjang 90,5 meter, maka volume proyek pemeliharaan jalan paving tahun 2023 adalah seluas 488 meter persegi.

Selanjutnya, jika dilakukan pembagian antara besaran anggaran proyek Rp120 juta dibagi volume luas 488 meter persegi, maka biaya per meter persegi pada pelaksanaan proyek tersebut adalah Rp245 ribu.

Biaya sebesar Rp245 ribu ini dinilai terlalu mahal, lantaran pada pelaksanaan proyek pemeliharaan jalan paving lanjutan, yakni tahun 2024, per meter persegi hanya memakan biaya sebesar Rp178 ribu.

Adanya selisih pembiayaan pada proyek pemeliharaan paving yang lokasinya satu hamparan tersebut, memicu mencuatnya dugaan mark-up anggaran. Publik pun menduga adanya praktik korupsi pada pelaksanaan kegiatan proyek itu.

"Proyek itu kan satu hamparan, kalau biayanya berbeda, ya patut dicurigai, mungkin saja ada dugaan permainan kotor. Apalagi kalau biayanya melebihi standar satuan harga," ungkap Fahmi Rosydi, selaku ketua organisasi Pemuda-Lumbung Informasi Rakyat (Pemuda-Lira) Sidoarjo, Senin (10/8/2026).

Sementara itu, salah satu warga Sidoarjo, Seger, yang mengaku biasa mengerjakan proyek pavingisasi mengatakan, jika normal biaya pengerjaan proyek paving di desa berkisar antara Rp165 ribu hingga Rp180 ribu per meter persegi, biaya itu sudah termasuk material paving, pasir urug, dan tenaga kerja secara lengkap tergantung pada ketebalan dan jenisnya.

"Kalau normalnya ya segitu mas, Rp165 ribu sampai Rp180 ribu, dan itu sudah termasuk material," katanya.

Selain proyek pemeliharaan jalan paving, proyek pembangunan saluran drainase sepanjang 70 meter di RT 01, RW 01 Dusun Gedangklutuk juga menjadi sorotan publik. Pasalnya, biaya pemasangan U-ditch pada proyek yang bersumber anggaran dari APBDes tahun 2024 sebesar Rp90 juta tersebut terbilang mahal, yakni Rp1,525 juta per satu U-ditch.

Kenapa dibilang mahal, lantaran adanya perbandingan pada pelaksanaan proyek pembangunan saluran drainase di RT 04, RW 02 Dusun Gedangklutuk, tahun 2025 yang memakan biaya sebesar Rp1,176 juta per satu U-ditch.

Adanya selisih biaya pemasangan U-ditch pada proyek saluran drainase di RT 01, RW 01 dan di RT 04, RW 02 ini menuai sorotan publik. Selisih tersebut patut diduga sebagai upaya mark-up anggaran proyek.

Terkait hal ini, dan hingga berita ini ditayangkan, tim pelaksana kegiatan (TPK) kedua proyek tersebut belum dikonfirmasi. (jum)

Berita Terbaru

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

BPKH menghadapi tantangan menjaga keamanan dan keberlanjutan dana, sementara nilai manfaat membantu membiayai haji dan memunculkan pertanyaan tentang hak jemaah…

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Sebanyak 45 tempat usaha milik pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terancam d…

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Rencana eksplorasi panas bumi atau geotermal di Dukuh Brambang Rt 01 Rw 01 Desa Gondowido Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, J…

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…